Mengenang Hawk 109/209
Sebelum era Rafale, TNI AU mengandalkan Hawk. Sekitar 40 unit pesawat ini didatangkan bertahap antara pertengahan 1980-an hingga 1990-an. Fungsinya ganda: sebagai jet latih tempur sekaligus pesawat serang darat yang mendukung operasi F-16.
Namun begitu, zaman terus bergulir. Kehadiran jet latih tempur KAI T-50 Golden Eagle perlahan mulai menggantikan peran sang veteran. Produksi British Aerospace (BAE) ini dulu hanya dioperasikan oleh dua skadron: Skadron Udara 12 di Pekanbaru dan Skadron Udara 1 di Pontianak.
Dari segi spesifikasi, Hawk mampu melesat hingga kecepatan mach 1.2. Daya jelajahnya sekitar 892 kilometer. Untuk urusan senjata, pesawat ini punya lima cantelan dua di setiap sayap dan satu lagi di bawah badan pesawat yang siap membawa berbagai muatan misi.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Buka Suara di Netflix: Polisi Bunuh, Tentara Berpolitik, Presiden Maafkan Koruptor
Banteng Berhoodie: PDIP Luncurkan Maskot Barata di Rakernas ke-53
Pasien Diduga Super Flu Meninggal di RSHS, Komorbid Jadi Sorotan
Lima Desa di Aceh Masih Gelap Gulita Pascabencana, Tiang Listrik Roboh Berantakan