Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil

- Rabu, 28 Januari 2026 | 11:42 WIB
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil

Di tengah upaya penanganan pascabencana, ada secercah kabar baik. Harga-harga kebutuhan pokok di tiga provinsi yang terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menunjukkan tren yang lebih stabil. Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sana turun secara signifikan. Hal ini jadi penanda bahwa distribusi dan pasokan pangan perlahan mulai pulih.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan capaian ini dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta, Selasa lalu. Ia tak lupa memberikan apresiasi khusus.

“Pemerintah, terutama BULOG dan BAPANAS, melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah yang sulit, bahkan melalui jalur udara, menggunakan helikopter maupun pesawat Hercules,” ujar Mendagri.

Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif kedua lembaga tersebut dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi di daerah yang porak-poranda.

Memang, peran BULOG terasa sangat krusial saat bencana melanda. Ketika akses darat terputus atau rusak berat, mereka harus berpikir cepat. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) digerakkan, sementara jalur udara jadi andalan untuk menembus wilayah terisolir. Strategi ini terbukti efektif meredam potensi lonjakan harga yang biasanya melambung tinggi saat logistik macet.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BULOG rupanya membuahkan hasil nyata. Penurunan IPH itu bukan sekadar angka di atas kertas, tapi cerminan dari kerja keras di lapangan.

Menanggapi apresiasi itu, Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut bahwa ini adalah hasil kerja kolektif.

“Apresiasi dari Bapak Menteri Dalam Negeri menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. BULOG menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan kecepatan distribusi, fleksibilitas jalur logistik, serta sinergi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rizal.

Ia menegaskan, dalam situasi darurat, fokusnya bukan cuma pada stok yang mencukupi. Ketepatan waktu dan kecepatan penyaluran sama pentingnya untuk mencegah gejolak pasar.

“Kami memastikan stok pangan strategis, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Ketika jalur darat terhambat, BULOG berkoordinasi untuk memanfaatkan jalur alternatif, termasuk distribusi melalui udara, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, komitmen BULOG adalah memperkuat sistem distribusi dan kesiapsiagaan logistiknya. Langkah ini bagian dari dukungan lebih luas untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional dan mengendalikan inflasi. Intinya, dalam kondisi apa pun, akses masyarakat terhadap pangan yang aman dan terjangkau harus tetap terjamin. Itu yang terus diperjuangkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar