25 Arca Hindu-Buddha di ITB: Kisah Penyelamatan dari Genggaman Kolektor Kolonial

- Jumat, 09 Januari 2026 | 12:24 WIB
25 Arca Hindu-Buddha di ITB: Kisah Penyelamatan dari Genggaman Kolektor Kolonial

Di tengah hiruk-pikuk kampus ITB Bandung, tersimpan sebuah rahasia yang jarang diketahui publik: 25 arca Hindu-Buddha bersejarah. Benda-benda ini bukan sekadar pajangan. Mereka adalah penyelamat, bukti nyata dari sebuah upaya untuk merampas warisan budaya dari cengkeraman kolektor pribadi di masa kolonial Belanda.

Kini, arca-arca itu berdiam di Galeri Soemardja, FSRD ITB. Keberadaan mereka menceritakan kisah pilu tentang perpindahan tangan artefak, namun juga tentang jalan keluar yang cerdas melalui dunia pendidikan.

Menurut Dr. Kiki Rizky Soetisna dari CIVAS FSRD ITB, awal mula penelitian timnya berangkat dari teka-teki sederhana: bagaimana arca-arca ini bisa sampai di ITB? Asumsi pertama mengarah pada seorang profesor bernama Van Rommond, yang dikenal melalui laporan ekskavasi arkeologi.

Namun begitu, jejak yang ditemukan ternyata jauh lebih rumit. Jaringannya meluas, melibatkan banyak aktor dan lembaga.

Riset pun berlanjut. Dari tumpukan arsip, muncul nama A.J. Bernet Kempers. Dia adalah arkeolog yang memimpin Dinas Purbakala tahun 1951, sekaligus seorang pengajar di seni rupa ITB. Kempers mengampu mata kuliah sejarah seni Hindu-Buddha. Inilah titik terangnya.


Halaman:

Komentar