Nah, setelah penetapan tersangka, pekerjaan penyidik di Satreskrim Polres Manggarai Barat belum usai. Mereka masih harus menyusun administrasi, berkoordinasi intens dengan JPU, dan tentu saja melengkapi berkas perkara hingga tuntas. Prosesnya dijanjikan akan berjalan profesional dan transparan.
“Kami memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penanganan perkara ini menjadi atensi serius Polda NTT,”
imbuhnya. Polda NTT juga tak lupa mengingatkan para pelaku pelayaran agar selalu memprioritaskan keselamatan. Kelalaian sekecil apa pun di laut, akibatnya bisa sangat fatal.
Kisah Pilu di Balik Insiden
Kapal pinisi yang tenggelam di Selat Pulau Padar pada Jumat malam, 26 Desember itu, membawa kisah yang memilukan. Kapal itu ditumpangi Martin Carreras Fernando, pelatih Timnas B Sepak Bola Wanita Valencia CF. Ia sedang berlibur bersama istri dan keempat anaknya. Sebuah perjalanan wisata keluarga yang berakhir tragis.
Diterjang gelombang, kapal pun tenggelam. Dari kejadian mencekam itu, tujuh orang berhasil diselamatkan. Termasuk di dalamnya istri Martin, Mar Martinez Ortuno, dan salah satu anak perempuannya.
Sayangnya, nasib baik tidak menghampiri semua orang. Martin dan tiga anaknya dilaporkan hilang. Pencarian berhari-hari kemudian membawa kabar duka: Martin dan dua anaknya ditemukan telah meninggal dunia. Satu anak lainnya, hingga berita ini diturunkan, masih dalam pencarian.
Insiden ini meninggalkan duka yang mendalam dan pertanyaan besar tentang keselamatan pelayaran di destinasi wisata primadona itu.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga