Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik

- Jumat, 09 Januari 2026 | 01:00 WIB
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik

Kesadaran bahwa tubuh dan emosi itu saling terhubung masih jarang, ya. Kita cepat menyalahkan tubuh, tapi jarang bertanya pada diri sendiri: "sebenarnya, apa yang sedang saya simpan di pikiran dan perasaan saya belakangan ini?"

Di sisi lain, berita politik memang punya daya tarik emosional yang kuat. Ia menyentuh rasa keadilan kita, rasa aman, juga kekhawatiran akan masa depan. Kita ikut merasakan gelombang emosi itu, tapi seringkali nggak punya ruang untuk menyalurkannya.

Nggak dibicarakan. Nggak dilepaskan. Bahkan, nggak diakui.

Dalam dunia trauma dan stres, ada ungkapan terkenal: “the body keeps the score”. Tubuh mencatat semua hal yang nggak sempat diselesaikan oleh pikiran. Dengan kata lain, emosi yang tidak disadari akan disimpan oleh tubuh.

Dan pencernaan sering menjadi tempat penyimpanan utamanya.

Saya menulis ini bukan untuk mengajak kita menutup diri dari realitas. Kita tetap perlu tahu apa yang terjadi di luar. Tapi saya percaya, nggak semua informasi perlu dikonsumsi tanpa batas.

Dalam self healing, kuncinya ada pada kesadaran. Menyadari kapan informasi berubah jadi tekanan. Menyadari kapan tubuh mulai menunjukkan kelelahan. Menyadari kapan kita harus berhenti sejenak dan mengambil napas.

Kadang, yang dibutuhkan tubuh bukan obat atau suplemen. Melainkan ruang untuk kembali merasa aman.

Berita politik mungkin cuma kita baca lewat layar genggam, tapi dampaknya bisa terasa nyata di tubuh terutama di perut. Tubuh itu selalu jujur. Ia akan memberi sinyal ketika sesuatu sudah terlalu berat untuk terus ditahan.

Bagi saya, self healing bukan soal menghindari dunia. Ini lebih tentang belajar hadir di dalam tubuh sendiri. Mendengarkan sinyal-sinyal halus yang selama ini kita abaikan begitu saja.

Karena kesehatan bukan cuma tentang apa yang kita makan, tapi juga tentang "apa yang setiap hari kita izinkan masuk ke pikiran dan emosi kita."

Penulis :

Yuyun Wardhana adalah praktisi sekaligus trainer self healing Terapi Tapping Indonesia. Sudah 19 tahun ia menekuni teknik self healing berbasis EFT, dan telah membantu ribuan peserta training mengatasi berbagai keluhan, baik fisik maupun psikis, dengan teknik Terapi Tapping tersebut.


Halaman:

Komentar