Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Strategi Gila Bayar Utang Rp 9.138 Triliun: Bisa Tuntas?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 05:40 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Strategi Gila Bayar Utang Rp 9.138 Triliun: Bisa Tuntas?
Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Lunasi Utang Pemerintah Rp9.138 Triliun

Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Kurangi Utang Pemerintah Rp9.138 Triliun

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi khusus untuk menangani masalah utang pemerintah yang tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun per akhir Juni 2025. Strategi ini difokuskan pada dua pilar utama: efisiensi belanja anggaran dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Fokus pada Efisiensi Anggaran dan Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya menekankan pentingnya pengeluaran pemerintah yang optimal, tepat sasaran, dan tepat waktu. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan dampak belanja negara terhadap perekonomian.

"Strategi yang pertama adalah anggarannya dibelanjakan, tepat sasaran, tepat waktu, enggak ada kebocoran, optimalkan dampak anggaran ke perekonomian," ujar Purbaya.

Dengan efektivitas belanja ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat, yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan pajak. Peningkatan ini diharapkan dapat menekan defisit anggaran.

Komposisi Utang dan Target Tax-to-GDP Ratio

Total utang pemerintah pusat sebesar Rp9.138,05 triliun tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp7.980,87 triliun dan pinjaman senilai Rp1.157,18 triliun. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 39,86 persen.

Purbaya menargetkan perbaikan signifikan pada tax-to-GDP ratio (rasio penerimaan pajak terhadap PDB) dalam beberapa bulan ke depan. Target ini didukung oleh perbaikan di sektor penerimaan, baik dari pajak maupun bea cukai, serta pertumbuhan sektor riil yang kuat.

Ia memperkirakan, jika sektor riil berjalan dengan baik, hal itu berpotensi menaikkan tax ratio hingga setengah sampai satu persen. Kenaikan satu persen setara dengan penerimaan tambahan minimal Rp100 triliun.

Dukungan untuk Sektor Riil dan Target Pertumbuhan

Untuk memastikan sektor riil tumbuh, Purbaya aktif melakukan kunjungan dan pemeriksaan langsung (sidak) untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang ada.

"Jadi saya harapkan sektor riil bisa tumbuh dengan effort, makanya saya ke sana-sini memastikan hambatan-hambatan di sektor riil bisa berkurang secara signifikan," tegasnya.

Purbaya menyatakan sedang "bertaruh" pada kuartal ini agar laju pertumbuhan ekonomi dapat lebih cepat, dengan target di atas 5 persen, bahkan mencanangkan 6 persen. Secara berkelakar, ia berjanji akan mentraktir media jika target 6 persen tercapai.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar