Pencapaian Martina memang cuma satu bagian dari kesuksesan besar kontingen Merah Putih di Thailand. Tim Indonesia sukses finis di peringkat kedua dengan torehan fantastis: 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Capaian ini bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir 30 tahun, sejak 1995, Indonesia bisa menduduki posisi runner-up tanpa jadi tuan rumah. Angka 91 emas itu juga melampaui target Kemenpora yang cuma mencanangkan 80 emas dan posisi tiga besar. Luar biasa, bukan?
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memuji habis-habisan perjuangan para atlet. Menurutnya, prestasi di lapangan hijau maupun arena olahraga adalah bukti nyata kekuatan sebuah bangsa.
“Para olahragawan yang dipilih untuk mewakili bangsanya memberi suatu simbol bahwa bangsa itu bangsa yang kuat. Karena itu, saya sangat terima kasih kepada saudara-saudara dan saya sangat bangga dengan saudara-saudara,”
tegas Prabowo. Kata-katanya sederhana, tapi terasa penuh makna dan mengena di hati.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?
Asia Timur dan Pasifik: Lapangan Kerja Tumbuh, Tapi Kualitasnya Tergerus