Polisi akhirnya angkat bicara soal penangkapan seorang pria berinisial R, yang disebut-sebut berprofesi sebagai wartawan. Ia diamankan terkait kasus pembakaran di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Morowali. Menurut pihak berwajib, penangkapan ini murni tindak lanjut atas perbuatan pidana yang diduga dilakukan R. Jadi, kata mereka, tak ada sangkut pautnya dengan aktivitasnya di dunia jurnalistik.
“Penanganan kasus ini sama sekali tidak berkaitan dengan profesi yang bersangkutan sebagai jurnalis,” tegas Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain, Kamis (8/1).
“Ini murni penegakan hukum terkait dugaan tindak pidana pembakaran di kantor RCP di Desa Torete,” lanjutnya.
Zulkarnain menjelaskan, proses penangkapan sudah mengikuti prosedur hukum dan didukung alat bukti yang dianggap cukup. Dari pemeriksaan sementara, penyidik konon sudah mengumpulkan lebih dari dua alat bukti. Di antaranya keterangan saksi, hasil olah TKP, temuan sisa bom molotov, plus rekaman video yang menunjukkan aksi pelemparan api. Berdasarkan itu semua, polisi merasa punya dasar kuat untuk bergerak.
Di sisi lain, Kapolres juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Seruannya, percayakan saja proses hukum ini kepada kepolisian.
“Kami menjamin proses penyidikan dilakukan secara transparan dan profesional,” ujar Zulkarnain.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”
Pernyataan serupa datang dari Ketua DPRD Morowali, Herdianto Marsuki. Ia menegaskan, peristiwa di Desa Torete ini murni tindak kriminal. Setelah berkoordinasi dengan polisi, ia menyimpulkan hal yang sama.
“Kasus ini murni perkara pidana pembakaran,” kata Herdianto.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang di media.”
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan