“Dia dapatkan seragam itu secara online. Ketahuan palsu karena coraknya beda,” jelas Yandri, Kamis (8/1).
Rupanya, N sudah terlanjur mengaku pada keluarganya di Palembang bahwa dirinya adalah seorang pramugari. Padahal, dia gagal dalam proses lamaran kerja. Karena malu mengakui kegagalan itulah, dia memutuskan untuk ‘berpura-pura’.
“Motifnya cuma satu: malu sama keluarga. Waktu kejadian, jadwal terbangnya sudah mepet. Jadi dia tak sempat ganti baju dan tetap pakai seragam itu,” ungkap Yandri lagi.
Untungnya, kisah ini berakhir tanpa masalah besar. Setelah diperiksa, wanita tersebut mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Pihak kepolisian pun akhirnya memulangkannya ke keluarga. Sebuah pelajaran mahal demi menjaga gengsi.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?