Bayangkan bermain padel, tapi penontonnya bukan manusia. Lebih tepatnya, seekor jerapah yang dengan santai mengamati dari balik pagar kawat. Inilah pemandangan yang kini bisa ditemui di sebuah sudut savana Namibia, jauh dari keramaian kota dan klub eksklusif.
Di sana, sebuah lapangan padel berdiri dengan latar belakang akasia dan padang rumput luas. Alih-alih suara sorak penonton, yang terdengar mungkin hanya desau angin dan suara satwa liar. Tempat ini dengan cepat menarik perhatian dunia, membuktikan bahwa olahraga raket yang satu ini bisa tumbuh di tempat yang paling tak terduga sekalipun.
Proyek Ambisius di Tengah Savana
Ini adalah lapangan padel pertama di kawasan itu, dan konsepnya sungguh berbeda. Dibangun bukan di pusat peradaban, melainkan di alam terbuka yang masih perawan. Menurut laporan dari Padel Magazine, proyek unik ini digarap oleh Construction Universe pimpinan Marc Saucles.
Arthur Maronne bertanggung jawab untuk pembangunan lintasan dan struktur lapangannya. Keduanya mengakui, proyek ini adalah tantangan terberat yang pernah mereka hadapi.
Bayangkan saja. Mengangkut material konstruksi melalui jalur tanah berbatu, jauh dari segala infrastruktur modern. Mereka juga harus memikirkan ketahanan struktur terhadap iklim Namibia yang ekstrem panas menyengat di siang hari, lalu udara yang bisa menusuk tulang saat malam tiba.
Yang tak kalah rumit adalah bagaimana caranya agar lapangan itu bisa berbaur dengan lingkungan sekitar tanpa mengganggu ekosistem. Semua dilakukan dengan pertimbangan keberlanjutan yang matang. Selama ini padel identik dengan area urban, tapi Namibia menunjukkan sisi lain. Kreativitas semacam ini membuka kemungkinan baru, menawarkan pengalaman bermain yang benar-benar eksklusif dan sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?