Padel Meledak di Seluruh Dunia
Fenomena di Namibia ini sejalan dengan tren global. Olahraga padel sedang naik daun, dan angkanya mencengangkan. Global Padel Report 2025 mencatat pertumbuhan klub padel dunia sekitar 26 persen, dengan lebih dari 7.000 lapangan baru dibangun dalam waktu singkat.
Bahkan, analisis lain menyebut total lapangan padel global telah menembus angka 50.000. Diprediksi, jumlah itu akan melonjak hampir ke 70.000 pada tahun 2026. Bisa dibilang, inilah salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat saat ini.
Alasannya beragam. Olahraga ini relatif mudah dipelajari, dimainkan secara ganda sehingga sosial, dan cocok untuk berbagai usia. Meski jantungnya masih berdetak di Eropa dan Amerika Selatan, benua lain mulai menunjukkan ketertarikan.
Afrika, misalnya. Geliatnya mulai terasa. Selain Namibia, pembangunan lapangan juga terjadi di Zimbabwe, Zambia, dan tentu saja Afrika Selatan. Di negara terakhir itu, fasilitas padel bermunculan di Johannesburg dan Cape Town.
Sementara di Maroko, di Afrika Utara, perkembangan padel bahkan lebih pesat dengan banyaknya klub dan turnamen lokal. Memang jumlahnya belum sebanyak di Eropa, tapi trennya jelas: Afrika mulai masuk dalam peta.
Keberadaan lapangan di tengah savana Namibia, dengan jerapah sebagai "penonton", adalah simbol adaptasi. Padel kini merambah berbagai lanskap: dari pantai, resor, hotel, hingga ke alam liar. Dengan proyek-proyek inovatif yang menantang batas seperti ini, olahraga ini bukan cuma tumbuh, tapi mengalami revolusi. Dan seperti yang kita lihat, revolusi itu penuh dengan kejutan yang menyenangkan.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?