Dokter Naik Pitam soal Komentar Pandji, Tapi Dulu Diam Saat Prabowo Sindir Fisik Bahlil

- Kamis, 08 Januari 2026 | 07:20 WIB
Dokter Naik Pitam soal Komentar Pandji, Tapi Dulu Diam Saat Prabowo Sindir Fisik Bahlil

Pandji Pragiwaksono punya komentar soal penampilan Gibran Rakabuming Raka. Katanya, mata Gibran terlihat ngantuk. Cuma selang beberapa waktu, reaksi keras datang dari seorang dokter.

Dokter itu langsung naik pitam. Lewat sebuah unggahan, ia dengan tegas membedah komentar Pandji dari kacamata medis.

"Apa yang disebut 'mengantuk' pada mata itu, dalam istilah kami, namanya PTOSIS. Ini kondisi anatomis, bisa bawaan lahir, fungsional, atau karena hal medis tertentu. Yang jelas, ini bukan bahan lelucon!"

Ungkapannya terasa panas. Sang dokter menegaskan bahwa kondisi fisik seseorang seharusnya tidak dijadikan candaan.

Namun begitu, netizen langsung menyoroti hal lain. Mereka mengingatkan soal momen lain yang dianggap mirip: saat Prabowo Subianto membacakan pantun yang menyebut penampilan fisik Bahlil Lahadalia.

Pantunnya kira-kira begini: "Bahlil Lahadalia, kulitnya hitam, giginya putih."

Nah, di sinilah banyak yang bertanya-tanya. Saat itu, sang dokter yang sama tak terdengar protes. Tak ada pernyataan tegas bahwa "kondisi fisik bawaan bukan bahan pantun".

Kontras reaksi ini akhirnya ramai diperbincangkan. Banyak yang membandingkan kedua kasus itu dan mempertanyakan konsistensinya.

Selengkapnya, silakan simak cuplikan videonya di bawah ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar