Lalu, bagaimana dengan pantauan Kemenkes soal virus ini?
Berdasarkan pemeriksaan laboratorium terhadap ratusan sampel, beberapa varian influenza berhasil diidentifikasi. Aji menyebut ada temuan Influenza A PDM 09 dan juga Influenza A H3N2.
“Dari H3N2 tersebut, sekitar 62 persen merupakan subclade K. Sisanya adalah Influenza B,” sambungnya.
Kabarnya, seluruh pasien yang terdata dalam laporan tersebut sudah dinyatakan pulih. Data itu sendiri didapatkan pada minggu pertama September lalu. “Jadi tidak ada yang sakit berat dan tidak ada yang meninggal,” kata Aji meyakinkan.
Lantas, apakah kita akan kembali dihadapkan pada aturan ketat seperti masa pandemi dulu? Ternyata belum. Aji menegaskan belum ada kewajiban protokol kesehatan khusus seperti saat Covid-19 melanda. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus dijaga.
“Kalau kita merasa sakit atau kurang sehat, dan terpaksa harus bekerja, gunakan masker. Kemudian jaga jarak dan cuci tangan,” imbau Aji.
Ia menambahkan, pemantauan terus dilakukan. “Kewaspadaan tetap kita lakukan. Kami juga memantau laporan dari WHO, CDC, dan sumber lainnya, lalu mengompilasikannya dengan laporan dari daerah,” tandasnya.
Intinya, situasinya memang perlu diwaspadai, tapi belum sampai level yang mengharuskan kita panik. Menjaga tubuh tetap fit dan punya kesadaran penuh saat sakit, itu langkah paling bijak untuk saat ini.
Artikel Terkait
Kemensos Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Program Makanan Lansia dan Disabilitas
Rudal Rusia Hantam Lviv, Ancaman Hipersonik Mengintai Perbatasan NATO
Penangkapan Maduro: Saat Hukum AS Menjadi Senjata Perang Baru
Duel Sengit di Coliseum: Getafe vs Real Sociedad Berebut Angin Segar