Namun begitu, pihak kepolisian belum mau buru-buru menyimpulkan. Mereka masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi yang lebih mendalam. Kronologi lengkapnya masih digali.
"Nanti saya update ya menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP," kata Lingga menambahkan.
Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang kepala sekolah. Dia adalah Terodius Heru Sucahya (57), warga Jakarta Utara, yang mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di tempat.
Nasib lebih baik dialami enam penumpang lain, meski mereka juga menderita luka-luka. Saat ini, semua korban sudah mendapat penanganan medis. Mereka adalah Ignasius Suharno (45) dengan luka sobek di kepala belakang; Antonius Yuwono Trisunu (42) yang mengeluh nyeri dada kiri; lalu Brigita Putri Milo Deru (36) dengan luka sobek di mulut dan hidung berdarah.
Kemudian Silva Ditya (46) mengalami nyeri di tangan kiri dan luka di pipi; Sundari (56) juga merasakan nyeri yang sama di tangan kirinya; serta Imanuel Kotan (35) yang mengeluhkan nyeri pada bagian dada.
Rombongan guru itu sendiri diketahui berasal dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Mereka sedang dalam sebuah perjalanan dinas ketika musibah di tol itu menghentikan segalanya secara tiba-tiba.
Artikel Terkait
Saldo Rp 500 Ribu: Ironi Kas Daerah di Balik Gaya Gubernur Jabar
KPK Tunggu Audit BPK untuk Tentukan Kerugian Negara dari Kasus Kuota Haji
Warkop di Bundaran HI Ditegur, Meja Kursi di Trotoar Harus Minggir
Pertemuan Solo: Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Bertamu, Koalisi Penggugat Retak