Menurut Agus, diskusi waktu itu belum final. Tak lama kemudian, muncullah H dari Ngawen yang menyebut ada yayasan mau bantu. Dalam obrolan, disebutkan yayasan biasanya baru turun tangan jika lahannya sudah kosong atau masjidnya sudah roboh.
“Sepemahaman saya, bukan menyuruh, tetapi… diminta dimusyawarahkan jika ingin diterima,” ucap Agus.
Ia mengakui kemungkinan terjadi miskomunikasi. Soal proses lanjutan dan desain masjid yang sempat jadi masalah, Agus mengaku tidak tahu detailnya.
“Saya hanya menghubungkan dan membantu agar percepatan pembangunan bisa tercapai,” tandasnya.
Misteri yang Berujung Penyesalan
Budi Antoro, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Huda, punya cerita serupa. November lalu, dua orang itu datang menemui sesepuh. Mereka janji jadi donatur.
“Dengan syarat masjid dibongkar, kemudian syarat-syarat lain termasuk RAB kami penuhi. Namun di perjalanan ternyata prosesnya lama dan tidak berlanjut,” kata Budi lewat telepon.
Rencana anggarannya tak main-main: Rp 1,8 miliar. Awalnya, komunikasi dengan H masih lancar. Tapi lama-lama, warga merasa ada yang tak beres. Mereka akhirnya mengecek sendiri ke yayasan dan tokoh yang disebut H.
“Memang benar ada yayasan, tetapi belum pernah benar-benar mengacc donasi untuk kami,” ujar Budi.
H kini hilang kontak. Bahkan warga Gari yang ikut dengan H disebut Budi juga jadi korban hanya jadi “tangan kanan” yang tak tahu banyak.
Meski merasa diperdaya, warga memilih jalan damai. Mereka tak akan membawa kasus ini ke pengadilan.
“Kami tidak akan menuntut secara hukum. Biarlah Allah sendiri yang menghukum beliau,” pungkas Budi, menutup percakapan dengan nada pasrah namun getir.
Sekarang, yang tersisa hanya lahan kosong dan harapan yang tertunda. Warga Gari terus beribadah di musala, sambil menunggu keajaiban atau setidaknya, uluran tangan tulus untuk membangun kembali rumah ibadah mereka.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Diumumkan Usai Bentrokan Suriah-Kurdi di Aleppo
Pidie Jaya Terendam Lagi, Warga Minta Normalisasi Sungai Segera Dikerjakan
Swasembada Pangan 2025: Tonggak Kedaulatan di Tengah Perang Global Pangan dan Energi
Kejagung Turun Tangan, Data Perubahan Fungsi Hutan Diperiksa