Lenovo Luncurkan Kembaran Digital Qira di CES, AI yang Mengalir Lintas Perangkat

- Jumat, 09 Januari 2026 | 09:42 WIB
Lenovo Luncurkan Kembaran Digital Qira di CES, AI yang Mengalir Lintas Perangkat

Las Vegas kembali ramai. Di tengah gemerlap pameran teknologi terbesar dunia, CES 2026, Lenovo memilih sebuah lokasi ikonik The Sphere untuk mengumumkan sesuatu yang mereka klaim akan mengubah cara kita berinteraksi dengan mesin. Bukan sekadar gadget baru, melainkan sebuah ekosistem bernama Qira. Intinya? Kecerdasan buatan yang tak lagi diam di satu perangkat, tapi mengalir mengikuti hidup Anda.

Sebagai satu-satunya jurnalis dari Indonesia yang diundang langsung, saya menyaksikan momen itu. Suasana di dalam The Sphere terasa futuristik, penuh dengan ekspektasi.

“Tahun ini, kami ingin membawa konsep AI yang benar-benar personal,” ujar Yuanqing Yang, CEO Lenovo, membuka presentasi.

Dia melanjutkan dengan penekanan, “Saya yakin, nanti setiap orang punya AI-nya sendiri. Qira adalah AI pribadi Anda. Semakin ia mengenal Anda, ia akan berkembang menjadi ‘Kembaran Digital’ Anda.”

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Selama ini, AI PC atau AI Phone cerdasnya terbatas, terkurung dalam perangkat itu sendiri. Qira hadir dengan pendekatan berbeda. Ia dirancang untuk bekerja secara cair, melintasi PC, smartphone Motorola, tablet, hingga wearable. Ia seperti bayangan digital yang selalu ada di mana Anda berada.

Lantas, apa bedanya dengan asisten AI biasa? Tolga Kurtoglu, CTO Lenovo, mencoba menjabarkannya dengan sederhana.

“Intinya ada di konektivitas lintas platform. Qira tidak terikat pada satu model di satu perangkat. Kami bangun sistem orkestrasi model yang cerdas, sehingga ia bisa mengambil data dari cloud, edge, atau bahkan server di rumah Anda untuk menciptakan pengalaman yang sangat personal,” jelas Tolga.

Menurut rilis resmi, kemampuan inti Qira ada tiga: Perception untuk membangun pengetahuan dari interaksi, Action untuk bertindak atas nama pengguna (bahkan saat offline), dan Presence untuk muncul secara natural tanpa perlu perintah khusus.

Ini bukan jargon kosong. Fitur seperti “Catch Me Up”, misalnya, bisa merangkum notifikasi penting yang terlewat saat Anda sedang sibuk. Atau “Creator Zone” yang memanfaatkan AI generatif untuk membantu proses desain visual langsung di perangkat. Praktis.

Yang menarik, Lenovo tak mau dikunci pada satu model AI tertentu. Mereka lebih memilih pendekatan terbuka.

“Kami tidak percaya satu model tunggal bisa menjawab segalanya. Arsitekturnya terbuka. Qira bertindak sebagai orkestrator di belakang layar, menghubungkan Anda dengan berbagai model terbaik dari banyak penyedia,” tambah Tolga.

Untuk mewujudkan visi besar ini, Lenovo menggandeng banyak mitra. Microsoft Azure untuk koordinasi antar-PC, Stability AI untuk pembuatan gambar, hingga integrasi dengan Notion dan Perplexity untuk pencarian yang lebih mendalam. Kolaborasinya cukup solid.

Di balik semua ini, ada keyakinan kuat Lenovo tentang arah tren komputasi AI. Yuanqing Yang memberikan prediksi yang cukup mengejutkan.

Selama ini, 80% daya komputasi global dipakai perusahaan raksasa untuk "training" AI. Menurut YY, masa depan akan terbalik.

“Saya pikir nanti, 80% justru akan digunakan untuk "inferencing" yaitu pemakaian AI sehari-hari dan hanya 20% untuk training. Gelombang keempat komputasi adalah AI Inferencing. Lenovo ingin memimpin di sana, lewat infrastruktur dan aplikasi yang mendukung,” paparnya.

Namun begitu, di tengok dari sisi lain, isu privasi dan keamanan selalu mengintai. Lenovo mengaku sudah menyiapkan jawabannya dengan prinsip Hybrid AI. Data pribadi diproses secara lokal di perangkat, menjaga kerahasiaan. Tapi ketika butuh daya lebih, ia bisa terhubung ke cloud yang aman.

“Kami patuh pada regulasi yang ketat. Qira hanya bekerja dengan izin Anda. Mau dapat manfaat lebih dari AI? Anda bisa memilih untuk bergabung. Kalau tidak, itu hak Anda sepenuhnya,” tegas Tolga, menjawab kekhawatiran yang mungkin muncul.

Kapan Bisa Dinikmati?

Rencananya, Qira akan mulai menghuni perangkat Lenovo terpilih di kuartal pertama 2026. Menyusul kemudian di smartphone Motorola. Untuk jangka panjang, Lenovo bahkan berencana melokalisasi bahasa, termasuk potensi dukungan untuk Bahasa Arab dan bahasa lainnya, seiring ekspansi mereka di pasar berkembang.

“Saya tidak bisa membayangkan dunia tanpa AI ke depannya. Ini semua tentang membuka potensi manusia,” tutup Tolga.

Mimpi tentang kembaran digital kini semakin nyata. Tinggal menunggu realisasinya di tangan pengguna.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar