Prabowo Tinjau Langsung Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:40 WIB
Prabowo Tinjau Langsung Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri meninjau langsung proyek pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis lalu. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial belaka. Tujuannya jelas: memastikan percepatan pembangunan rumah-rumah layak huni bagi warga yang masih berjuang pascabencana.

Begitu tiba di lokasi, Prabowo langsung memeriksa salah satu unit yang sudah berdiri. Ukurannya 4,5 x 4,5 meter. Mungkin terdengar sederhana, tapi di dalamnya sudah tersedia kebutuhan dasar. Ada tempat tidur, lemari, bahkan kipas angin untuk mengusir hawa panas. Yang tak kalah penting, akses listrik dan internet juga sudah terpasang.

“Ini kan tempat tinggal sementara,” ujar seorang staf di lokasi, menjelaskan konsep Danantara.

Fungsinya memang untuk memberi naungan yang aman selama proses rehab-rekonstruksi berjalan. Dengan punya tempat berteduh yang layak, diharapkan kehidupan warga bisa berangsur normal lagi. Mereka bisa mulai kembali bekerja, anak-anak bisa kembali belajar.

Proyek di Aceh Tamiang sendiri sudah digarap sejak akhir Desember tahun lalu. Tahap awal ini menargetkan 600 unit yang dibangun di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru. Cukup banyak, tapi ini baru permulaan.

Soalnya, target pemerintah jauh lebih besar. Lewat Danantara, mereka ingin menyelesaikan 15.000 unit rumah dalam waktu hanya tiga bulan! Wilayah cakupannya meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat semua daerah yang terdampak bencana baru-baru ini. Harapannya, program ini bisa jadi pemacu pemulihan, bukan cuma fisik tapi juga sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Di sisi lain, hunian ini nggak cuma sekumpulan rumah yang berdiri sendiri-sendiri. Kawasannya didesain agar ada ruang untuk bersosialisasi. Ada dapur bersama, toilet umum, dan area bermain untuk anak-anak. Juga disediakan musala, yang selain untuk ibadah, bisa jadi titik kumpul warga untuk saling menguatkan.

Pembangunan yang cepat dan fasilitas yang cukup komplet ini diharapkan bisa menjadi titik terang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Langkah konkret untuk bangkit kembali.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar