MURIANETWORK.COM – Sorotan publik kembali tertuju pada Manohara Odelia. Kali ini, bukan karena berita baru, melainkan sebuah surat terbuka yang dia unggah di Instagram. Isinya? Sebuah permintaan yang cukup tegas untuk melupakan masa lalu.
Atau lebih tepatnya, melupakan cara orang-orang menyebut masa lalunya. Manohara merasa lelah. Bayang-bayang kejadian lama, menurutnya, terus-menerus dihadapkan padanya, padahal itu seharusnya sudah selesai.
Intinya, dia minta publik berhenti menyangkutpautkan cerita lama dengan hidupnya yang sekarang. Dia berharap permohonannya didengar.
“Selama bertahun-tahun, saya berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita sebagai, 'Mantan istri...'. Saya menulis surat ini untuk dengan hormat mengklarifikasi bahwa deskripsi itu tidak akurat dan menyesatkan,” ujar Manohara, Rabu (7/1/2026) lalu.
Lalu, apa maksud sebenarnya di balik pernyataan keras itu?
Bagi Manohara, apa yang dialaminya di masa remaja itu jauh dari gambaran sebuah hubungan normal. Bukan hubungan romantis, bukan kesepakatan bersama, dan jelas bukan pernikahan yang sah di matanya.
“Tidak pernah ada hubungan yang saya inginkan, setujui, atau jalani secara sukarela,” tegasnya.
Dia menjelaskan, saat itu usianya masih di bawah umur. Situasinya penuh paksaan dan dia sama sekali tak punya kebebasan. “Artinya, saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Ketika Panik Menyerang, Mengapa Kita Justru Berlari Menuju Bahaya?
Grup True Crime di Medsos Rekrut 70 Anak Indonesia untuk Ideologi Ekstrem
Keterangan Ahli Goyahkan Gugatan CMNP ke Hary Tanoe
Prabowo Ungkap Godaan Sogok dan Target MBG 2026 di Tengah Sawah Karawang