Gunungan Sampah Depok Meluber, Warga Gerah dan Jalan Tersendat

- Selasa, 06 Januari 2026 | 19:36 WIB
Gunungan Sampah Depok Meluber, Warga Gerah dan Jalan Tersendat

Bau menusuk langsung menyergap begitu mendekati TPS di Kelurahan Baktijaya, Depok. Selasa (5/1) pagi itu, pemandangannya suram: gunungan sampah bukan cuma memenuhi tempat penampungan, tapi sudah meluber ke badan jalan. Persis di depan hunian warga.

Madi, salah satu petugas, cuma bisa geleng-geleng melihat gerobaknya tertahan. "Iya, saya jadi banyak diprotes warga," ujarnya, sambil menunjuk tumpukan yang sudah menggunung sejak awal tahun. Menurutnya, kondisi di lapangan sudah sangat tidak memungkinkan.

"Kalau dilihat langsung, kita buang ke sini juga sudah tidak memungkinkan," tambahnya.

Warga sekitar jelas resah. Volume sampah yang luar biasa itu menutupi sebagian jalan, hingga hanya motor yang bisa nyelonong lewat. Enyak, seorang nenek berusia 80 tahun, mengaku terganggu sejak tahun baru. "Ya sudah protes-protes. Mobil kan enggak bisa lewat," keluhnya.

Masalahnya, kata Enyak, pengangkutan terasa lambat. Dalam sehari cuma satu truk yang datang. "Kalau mobil pengangkut sampah enggak datang, mau pakai apa? Tadi satu atau dua kali sudah datang," ucapnya.

Harapannya sederhana: sampah segera diangkut. Soal bau, ia sudah tak tahan. "Ya bau "mah" bau. Pengennya sih segera diangkutin. Kerasa baunya kalau lagi duduk di depan begini," tutur Enyak.

Ada Kendala Armada?

Lalu, apa kata kelurahan? Bambang Sugiharto, Sekretaris Kelurahan Baktijaya, mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan DLHK setempat. "Biasanya dari pagi sudah ada pengangkutan sampah. Mungkin kendalanya terkait armada mobil sampahnya saja," jelas Bambang.

Di sisi lain, upaya penertiban sudah coba dilakukan. Misalnya dengan memberi tanda pada gerobak khusus. Namun begitu, kebiasaan warga membuang sampah sembarangan terutama malam hari tetap jadi masalah serius. Sampah pun kembali membludak ke jalan.

Bambang menuturkan, solusi jangka pendek yang diupayakan adalah meningkatkan frekuensi angkut. "Pihak kelurahan sudah berkoordinasi agar pengambilan sampah dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, supaya tidak menimbulkan kemacetan akibat pengangkutan sampah," pungkasnya.

Nah, tinggal nunggu realisasinya di lapangan. Warga seperti Enyak dan petugas seperti Madi jelas berharap solusi itu segera terwujud, sebelum gunungan itu makin tinggi dan baunya makin tak tertahankan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar