Prabowo di Hambalang: Kita di Jalan yang Benar, Tak Perlu Gentar

- Selasa, 06 Januari 2026 | 15:00 WIB
Prabowo di Hambalang: Kita di Jalan yang Benar, Tak Perlu Gentar

Retreat Kabinet Merah Putih digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Selasa lalu. Acara yang dihadiri seluruh menteri, kepala badan, hingga utusan khusus presiden ini menjadi momen penting bagi pemerintahan baru. Di tengah suasana hening kawasan Bogor, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat yang berisi pesan-pesan tegas sekaligus membakar semangat.

Prabowo membuka pidatonya dengan keyakinan yang tak tergoyahkan. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat.

"Kita berada di jalan yang benar, membela kedaulatan di jalan yang memberantas kemiskinan, di jalan yang menghilangkan kelaparan, kita berada di jalan yang bersih dan suci, kita berada di jalan yang diridoi Tuhan Yang Maha Kuasa,"

Ucapannya itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari seisi ruangan. Suasana sempat hening sejenak sebelum ia melanjutkan.

Ia kemudian meminta seluruh jajarannya untuk bekerja tanpa keraguan. Poin utamanya sederhana: semua yang dikerjakan harus demi rakyat. Tanpa kompromi. "Saudara-saudara, jangan ragu-ragu, kita buksikan," tegas Prabowo. "Kalau niat kita bersih, tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, tak perlu sedikitpun gentar."

Namun begitu, mantan Menteri Pertahanan ini tak menutup mata. Ia tahu betul bahwa jalan yang ditempuh tak akan selalu mulus. Meski kerja mereka baik, cacian dan hujatan pasti datang menghadang.

"Kita pasti dimaki, difitnah, karena banyak kekuatan tidak hanya di negara kita, memang di pihak yang senang di halaman yang penuh korupsi, penipuan,"

Katanya dengan nada tegas. Ia melihat semua kritik pedas itu justru sebagai pertanda bahwa mereka mengganggu kepentingan kelompok tertentu.

"Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil, kalau kita dihantam fitnah, diejek, terima itu sebagai kebanggaan kalau itu dilakukan orang yang melakukan kejahatan. Kita terus laksanakan kebenaran,"

Pesan penutupnya jelas: terus melangkah, apapun yang terjadi. Retreat itu pun berakhir dengan atmosfer yang berbeda penuh tekad, tapi juga sadar akan beratnya tugas di depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar