Udara di kawasan Hambalang, Bogor, terasa sejuk pagi itu. Di Padepokan Garuda Yaksa, Selasa (6/1), suasana ramai oleh kedatangan tamu-tamu penting. Mereka adalah para menteri Kabinet Merah Putih, yang satu per satu mulai berdatangan untuk mengikuti retreat kabinet yang digelar Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang sudah berada di lokasi, menjelaskan agenda ini. Menurutnya, Presiden Prabowo sebenarnya sudah lama berencana mengadakan retreat rutin setiap tahun. Hanya saja, untuk tahun ini, situasinya agak berbeda. Makanya, dipilihlah Hambalang sebagai tempatnya, bukan lagi Akademi Militer di Magelang seperti saat awal kabinet dibentuk.
"Sebenarnya beliau menghendaki retreat dilaksanakan secara rutin," ujar Prasetyo.
"Namun, melihat situasi dan kondisi untuk tahun ini, akhirnya retreat-nya dilaksanakan di Hambalang."
Retreat ini punya makna khusus. Para menteri akan memaparkan capaian mereka selama setahun terakhir. Tapi sebelum itu, tentu saja, arahan dari sang Presiden akan disampaikan lebih dulu.
"Jadi maknanya, yang pertama tentu memberikan pengarahan kepada kita semua, jajaran kabinet," tutur Prasetyo.
"Dan tentunya diawali dengan evaluasi. Mengevaluasi seluruh program dan kinerja pemerintah selama satu tahun kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka."
Di sisi lain, para menteri pun tampak bersiap. Salah satu yang terlihat datang adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia tiba sekitar pukul 11.20 WIB, dengan kemeja cokelat muda yang santai.
Secara singkat, Airlangga menyebut retreat akan membahas program-program pemerintah ke depan. Agenda yang cukup padat, rupanya.
Tak hanya dia, wajah-wajah lain juga terlihat. Ada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, hingga Menlu Sugiono. Dari kalangan TNI, KSAL Laksamana Muhammad Ali hadir. Wamendagri Bima Arya juga tak ketinggalan.
Suasana pun makin hidup. Retreat kabinet yang dimaksudkan untuk evaluasi dan perencanaan itu, secara perlahan, resmi dimulai.
Artikel Terkait
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditahan Terkait Dugaan Jaringan Narkoba