Seorang pria berusia 33 tahun ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan di area semak-semak, Kelurahan Malakke, Kabupaten Wajo. Korban yang berinisial IR itu diduga menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam.
Polisi telah mengamankan seorang tersangka berinisial Rahmat Bin Latte (32), seorang petani dari Desa Limpurilau. Menurut keterangan, pelaku dan korban ternyata saling mengenal.
IPTU Fahrul dari Satreskrim Polres Wajo membenarkan peristiwa naas ini. Ia menyebut kejadiannya terjadi di Sappa, Kecamatan Belawa.
"Betul, terjadi penganiayaan dengan sajam. Korban meninggal dunia," ujar Fahrul, Sabtu malam lalu.
Tak hanya pelaku, polisi juga menyita barang bukti. "Sudah kami amankan bersama barang bukti sajam jenis badik," tegasnya.
Dendam dan Cemburu Berujung Maut di Jalan Desa
Lantas, apa yang memicu tragedi ini? Kapolsek Belawa, IPTU Awal Syahrani, mengungkapkan motifnya diduga kuat karena rasa cemburu. Pelaku, kata Awal, merasa tidak terima istrinya diganggu oleh IR yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta.
Kronologinya dimulai dengan penghadangan. Saat itu, Rahmat menghadang IR di jalan sambil sudah membawa badik. Suasana langsung memanas.
"Pelaku menanyakan hubungan korban dengan istrinya, tapi korban sempat mengelak," jelas Awal Syahrani.
Namun begitu, pengelakan itu justru memicu emosi Rahmat yang sudah di ujung tanduk. Ia langsung menyerang. Badik dihunuskan, menikam bagian perut korban berkali-kali. IR pun tewas di tempat kejadian.
Saat ini, Rahmat Bin Latte telah ditahan di Mapolres Wajo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sebuah nyawa melayang, hanya karena emosi yang tak terkendali.
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum