Ancaman dan Proyeksi: Dari Kuba hingga Ancaman Serangan Lanjutan
Trump juga menyentuh soal Kuba, sekutu dekat Venezuela. Dengan yakin ia menyebut rezim di Havana itu "sudah siap runtuh." Tapi ia buru-buru menampik akan melancarkan serangan militer ke sana seperti yang dilakukan terhadap Caracas.
Venezuela sendiri belum sepenuhnya aman dari ancaman. Trump mengisyaratkan serangan lain bisa saja dilancarkan jika pemerintahan sementara di sana tidak mau bekerja sama. Kerja sama yang ia maksud mencakup dua hal: membuka industri minyak untuk AS dan menghentikan perdagangan narkoba secara total.
Ancaman serupa juga dilemparkan ke Kolombia dan Meksiko. Hingga berita ini diturunkan, kedutaan besar kedua negara di Washington belum memberikan tanggapan resmi.
Rencana-rencana ini muncul bertepatan dengan jadwal persidangan pertama Nicolas Maduro di pengadilan New York, yang dijadwalkan pada Senin (5/1) waktu setempat. Pemerintahan Trump berkeras bahwa penangkapan ini murni tindakan penegakan hukum, untuk meminta pertanggungjawaban Maduro atas dakwaan konspirasi narkoterorisme.
Tapi Trump mengakui ada faktor-faktor lain yang ikut bermain. Ia menyebut gelombang imigran Venezuela yang masuk ke AS dan keputusan nasionalisasi aset minyak perusahaan Amerika beberapa dekade silam sebagai pemicu lain dari penggerebekan ini.
Dengan nada optimis, ia memproyeksikan masa depan Venezuela. Perusahaan-perusahaan minyak AS, katanya, akan kembali. "Mereka akan menghabiskan miliaran dolar dan akan mengambil minyak dari dalam tanah," ujar Trump, menggambarkan sebuah rencana besar yang sepertinya sudah dipetakan dengan rapi.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Bonus Rp 456 Miliar untuk Atlet SEA Games Bukan Upah, Melainkan Tabungan Masa Depan
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik
Sepuluh Hari Terendam, Pengungsi Banjar Masih Bergantung pada Jadwal Makan Tak Pasti
Golkar Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Bukan Kembali ke Orde Baru