BI Tegaskan Redenominasi Rupiah Dilakukan Secara Hati-Hati dan Terencana
Bank Indonesia memastikan bahwa rencana redenominasi Rupiah akan dijalankan dengan langkah yang sangat hati-hati dan penuh perencanaan matang. Kebijakan penyederhanaan digit pada mata uang Rupiah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kredibilitas mata uang nasional.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa redenominasi Rupiah adalah penyederhanaan jumlah digit pada pecahan uang tanpa mengurangi daya beli dan nilai Rupiah terhadap barang dan jasa. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi keuangan serta mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional.
Proses Legislasi Redenominasi Rupiah
Proses redenominasi telah direncanakan secara komprehensif dengan melibatkan koordinasi erat antara berbagai lembaga. Rancangan Undang-Undang Redenominasi telah resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional periode 2025-2029 sebagai RUU inisiatif pemerintah yang diusulkan oleh Bank Indonesia.
Bank Indonesia bersama Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat akan terus melakukan pembahasan mendalam mengenai proses redenominasi ini. Implementasi kebijakan akan mempertimbangkan kondisi dan waktu yang tepat, dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, serta kesiapan teknis berbagai aspek pendukung.
Dukungan untuk Stabilitas Nilai Rupiah
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjaga stabilitas nilai Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi selama proses redenominasi berlangsung. Dukungan pemerintah terhadap upaya penguatan nilai Rupiah dan reformasi sistem keuangan juga telah dinyatakan, termasuk kebijakan redenominasi yang masuk dalam rencana jangka menengah APBN.
Dengan dimulainya proses legislasi redenominasi Rupiah, langkah penting pemerintah dan BI untuk memperkuat fondasi moneter serta meningkatkan efisiensi sistem keuangan nasional semakin konkret. Langkah strategis ini diharapkan dapat membawa manfaat signifikan bagi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Danantara Alokasikan 50% Dana Kelolaan ke Pasar Modal
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi