Di Tengah Sorak dan Tuntutan, Delcy Rodriguez Resmi Ambil Alih Tampuk Kepemimpinan Venezuela

- Selasa, 06 Januari 2026 | 05:06 WIB
Di Tengah Sorak dan Tuntutan, Delcy Rodriguez Resmi Ambil Alih Tampuk Kepemimpinan Venezuela

Jalanan Caracas dipenuhi lautan manusia pada Senin (5/1) lalu. Mereka adalah pendukung setia Nicolas Maduro, berkumpul menyaksikan momen bersejarah: Delcy Rodriguez secara resmi dilantik sebagai Presiden Venezuela. Sebelumnya, Rodriguez memangku jabatan sebagai Wakil Presiden.

Suasana terasa panas namun penuh semangat. Bendera merah, biru, dan kuning berkibar di mana-mana, disertai spanduk-spanduk yang menegaskan dukungan untuk Maduro. Sorak-sorai tak henti menggema.

Di dalam Majelis Nasional, upacara pelantikan berlangsung khidmat. Rodriguez mengucapkan sumpah jabatan di hadapan para anggota parlemen. Dengan suara tegas, dia menyatakan sumpah itu diucapkannya atas nama seluruh rakyat Venezuela.

Namun begitu, di luar gedung parlemen, nuansanya justru berbeda. Ribuan orang berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tapi juga menuntut. Teriakan mereka nyaring terdengar, "Maduro, bertahanlah: Venezuela bangkit!" Tuntutan pembebasan pemimpin mereka menggantung di udara.

Seorang demonstran, Flur Alberto yang berusia 32 tahun, menyuarakan kegelisahannya pada AFP.

"Terlepas dari apakah Nicolas Maduro memiliki sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan di pengadilan, ini bukanlah cara yang tepat untuk melakukannya,"

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Semua ini berawal dari keputusan Mahkamah Agung Venezuela. Mereka memerintahkan Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai penjabat presiden. Perintah itu keluar tak lama setelah insiden penangkapan Presiden Maduro oleh AS dan pembawaannya ke New York.

Menurut laporan Anadolu, pengadilan mendesak Rodriguez untuk memimpin “dengan kepatuhan yang ketat terhadap Konstitusi dan hukum Venezuela.” Alasannya jelas: demi menjaga stabilitas negara.

Tania D’Amelio, ketua Dewan Konstitusi, pun angkat bicara. Dia menegaskan keputusan tersebut mutlak diperlukan untuk menjamin kelangsungan administrasi negara dan pertahanan nasional. Intinya, situasi darurat. Pengadilan berpendapat Maduro sudah tidak mungkin lagi menjalankan tugas konstitusionalnya.

Jadi, di tengah hiruk-pikuk dukungan dan tuntutan di jalanan, roda pemerintahan Venezuela tetap harus berputar. Rodriguez kini memegang kendali, sementara nasib Maduro masih menjadi tanda tanya besar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar