Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Semua ini berawal dari keputusan Mahkamah Agung Venezuela. Mereka memerintahkan Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai penjabat presiden. Perintah itu keluar tak lama setelah insiden penangkapan Presiden Maduro oleh AS dan pembawaannya ke New York.
Menurut laporan Anadolu, pengadilan mendesak Rodriguez untuk memimpin “dengan kepatuhan yang ketat terhadap Konstitusi dan hukum Venezuela.” Alasannya jelas: demi menjaga stabilitas negara.
Tania D’Amelio, ketua Dewan Konstitusi, pun angkat bicara. Dia menegaskan keputusan tersebut mutlak diperlukan untuk menjamin kelangsungan administrasi negara dan pertahanan nasional. Intinya, situasi darurat. Pengadilan berpendapat Maduro sudah tidak mungkin lagi menjalankan tugas konstitusionalnya.
Jadi, di tengah hiruk-pikuk dukungan dan tuntutan di jalanan, roda pemerintahan Venezuela tetap harus berputar. Rodriguez kini memegang kendali, sementara nasib Maduro masih menjadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah