Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Semua ini berawal dari keputusan Mahkamah Agung Venezuela. Mereka memerintahkan Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai penjabat presiden. Perintah itu keluar tak lama setelah insiden penangkapan Presiden Maduro oleh AS dan pembawaannya ke New York.
Menurut laporan Anadolu, pengadilan mendesak Rodriguez untuk memimpin “dengan kepatuhan yang ketat terhadap Konstitusi dan hukum Venezuela.” Alasannya jelas: demi menjaga stabilitas negara.
Tania D’Amelio, ketua Dewan Konstitusi, pun angkat bicara. Dia menegaskan keputusan tersebut mutlak diperlukan untuk menjamin kelangsungan administrasi negara dan pertahanan nasional. Intinya, situasi darurat. Pengadilan berpendapat Maduro sudah tidak mungkin lagi menjalankan tugas konstitusionalnya.
Jadi, di tengah hiruk-pikuk dukungan dan tuntutan di jalanan, roda pemerintahan Venezuela tetap harus berputar. Rodriguez kini memegang kendali, sementara nasib Maduro masih menjadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Panther Hitam Siap Sambut Rafale, Hawk 109/209 Pamit dari Pekanbaru
Trump Ancang-ancang Serang Nigeria Lagi, Tuding Ada Kekerasan Sistematis Terhadap Kristen
Indonesia dan 21 Negara Muslim Kutuk Keras Kunjungan Israel ke Somaliland
RSHS Tegaskan Super Flu di Bandung Bukan Istilah Medis, Masyarakat Diminta Tenang