Sepanjang tahun 2025, Kompolnas punya daftar panjang kasus yang harus dikawal. Tak cuma delapan perkara menonjol, tapi juga sidang-sidang etik yang ramai diperbincangkan. Semuanya mereka pantau hingga tuntas, dengan harapan kejadian serupa bisa ditekan di masa mendatang.
Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim yang menyampaikan rincian itu. Dalam Rilis Kinerja di kantornya, PTIK, Jakarta Selatan, Senin lalu, ia menjelaskan satu per satu.
“Sepanjang 2025, ada delapan kasus yang kami kawal dan kami atensi hingga tuntas. Kami berharap ke depan kasus-kasus yang mendapat perhatian publik bisa menurun,” ujarnya.
Kasus pertama yang bikin gempar adalah insiden di internal Polri sendiri: seorang Kapolres menembak Kasat Reserse di Polres Solok Selatan, Sumbar. Lalu ada lagi kasus penembakan pemilik rental mobil di Banten.
“Ada kasus menonjol penembakan pemilik rental di Polda Banten, itu kita kawal hingga tuntas,” kata Yusuf.
Di Lampung, situasinya juga panas. Tiga anggota Polri tertembak saat menggerebek judi sabung ayam. Peristiwa ini langsung menyedot perhatian, tak hanya dari masyarakat tapi juga dari dalam institusi.
Lalu, bergeser ke Kalimantan. Ada kasus pembunuhan Tetua Dayak Deah di perbatasan Kaltim dan Kalsel yang masih jadi perhatian serius. Menurut Yusuf, masyarakat adat setempat sangat menaruh harapan pada penyelesaiannya.
“Ini cukup menjadi perhatian masyarakat suku Dayak, sehingga ini juga kita kawal dalam proses penanganannya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit