Venezuela dan Pola Lama AS: Ketika Minyak Menjadi Alasan Kudeta

- Senin, 05 Januari 2026 | 07:40 WIB
Venezuela dan Pola Lama AS: Ketika Minyak Menjadi Alasan Kudeta

VENEZUELA: POLA YANG BERULANG

Oleh Dina Sulaeman

Begitu sebuah negeri berani mengambil alih sumber daya alamnya sendiri, dan langkah itu merugikan kepentingan perusahaan Amerika, sebuah pola klasik pun muncul. Tekanan politik, gempuran propaganda, sanksi ekonomi yang mencekik, dan akhirnya, upaya untuk menggulingkan rezim yang berkuasa.

Nah, Venezuela saat ini hanyalah bab terbaru dari cerita lama yang itu-itu saja. Isunya bukan soal narkotika atau terorisme seperti yang digembar-gemborkan AS. Trump sendiri pernah blak-blakan,

Atau dalam terjemahan bebas: hak minyak mereka diambil, perusahaan mereka diusir, dan mereka ingin merebutnya kembali. Sederhana, bukan?

Venezuela, dengan cadangan minyak terbesar di dunia, menjadi sasaran karena AS merasa punya hak istimewa atas kekayaan alam di sana dan di mana pun. Polanya sendiri sudah bisa ditebak, terjadi berulang kali di berbagai belahan dunia.

Ambil contoh Iran tahun 1953. Saat PM Mohammad Mossadegh berani menasionalisasi industri minyak, CIA dengan cepat merancang kudeta. Rezim pro-Barat lalu naik menggantikannya.

Lalu ada Chile 1973. Salvador Allende mengambil alih tambang tembaga yang dikuasai perusahaan AS. Apa yang terjadi? Kudeta berdarah. Allende tewas, digantikan rezim Pinochet yang didukung AS dan dikenal sangat kejam.


Halaman:

Komentar