Suasana panik sempat melanda Stasiun Bogor pada Minggu siang. Asap hitam tebal tiba-tiba membubung dari area peron, disertai percikan api yang jelas terlihat. Banyak penumpang yang kaget, beberapa bahkan berhamburan menjauh dari sumber asap.
Video yang ramai beredar di media sosial cukup jelas menggambarkan situasi saat itu. Asap membumbung dari dekat rangkaian KRL yang sedang berhenti. Suara petugas berteriak meminta orang-orang untuk menjauh terdengar samar-samar di balik keriuhan.
Menurut Franoto Wibowo, Humas KAI Daop 1 Jakarta, sumber masalahnya adalah korsleting. Tepatnya, pada kabel instalasi listrik di atap kanopi yang menaungi Jalur VIII.
“KAI Daop 1 Jakarta bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan situasi terkendali serta tidak membahayakan operasional perjalanan kereta api maupun keselamatan penumpang,”
Begitu penjelasan Franoto dalam rilis resminya.
Kronologinya, insiden ini terjadi sekitar pukul setengah satu siang. Laporan dari petugas PPKA di lokasi menyebutkan, percikan api itu pertama kali terlihat dari kabel listrik di atas kanopi. Langkah evakuasi pun segera diambil.
Untuk berjaga-jaga, Kereta Api 1014 yang saat itu berada di Jalur VIII segera dilangsir menjauh. Area sekitarnya juga dikosongkan dari penumpang. Tujuannya satu: menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Nah, setelah situasi darurat awal ditangani, KAI langsung melibatkan pihak lain. Mereka berkoordinasi dengan PLN, misalnya, untuk penanganan teknis lebih lanjut agar masalah serupa tidak terulang.
Dan upaya itu tampaknya membuahkan hasil. Franoto menyatakan,
“Pada pukul 12.57 WIB, percikan api dinyatakan telah padam dan kondisi dinyatakan aman.”
Bagusnya, seluruh kejadian ini ternyata tidak sampai mengganggu jadwal perjalanan kereta api. Tidak ada keterlambatan atau pembatalan yang dilaporkan. Operasional tetap berjalan seperti biasa.
Hingga kini, pemantauan di lokasi masih terus dilakukan. KAI juga mengimbau para penumpang untuk tetap tenang dan, yang paling penting, patuh pada arahan petugas di lapangan. Keselamatan bersama, kan, yang jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 40 Kilogram Narkotika dari Malaysia di Pelabuhan Parepare, Lima Orang Diamankan
Ribuan Warga Karawang Desak Penutupan Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Dugaan Pesta Sesama Jenis
Mahfud MD Nilai Tiga Petinggi BGN Korupsi Program MBG Layak Dihukum Mati atau Seumur Hidup
PSM Makassar Dilarang Tampilkan Penonton dalam Dua Laga Kandang dan Didenda Rp380 Juta Akibat Ulah Suporter