Ia juga menyebut warga Venezuela yang tinggal di AS. "Mereka ingin pulang. Itu tanah air mereka."
Di sisi lain, Trump tampaknya tak ingin ambil risiko. Ia khawatir Venezuela akan kembali jatuh ke tangan yang salah pihak-pihak yang dianggapnya abai terhadap kesejahteraan rakyat biasa. "Kita sudah mengalami hal itu selama beberapa dekade. Kita enggak akan biarin itu terulang. Sekarang kita sudah ada di titik ini," tegasnya.
Lalu, sampai kana Amerika Serikat akan berada di sana? Trump menjawab dengan berulang, namun intinya jelas: sampai transisi pemerintahan yang ia anggap 'tepat' benar-benar terwujud.
"Mungkin banyak yang belum paham," ucapnya, "tapi mereka akan paham. Kita akan tetap di sana. Kita akan bertahan sampai transisi yang tepat itu terjadi."
Artikel Terkait
Kuota Haji Jadi Ladang Rente: Modus Yaqut yang Rugikan Ratusan Jemaah
Pramono Anung dan Tokoh Betawi Ziarah ke Makam M.H. Thamrin
Trump Janjikan Bantuan Samar untuk Demonstran Iran, Khamenei Tegaskan Tak Akan Mundur
Pilkada oleh DPRD: Efisiensi atau Mundur dari Demokrasi?