Kerusuhan yang meledak di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis malam lalu, ternyata meninggalkan kerugian material yang sangat besar. Menurut perkiraan sementara, angkanya bahkan melampaui satu miliar rupiah.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi hal itu di Mapolda, Sabtu siang. "Secara umum, estimasi kerugiannya hampir Rp 1,2 miliar," ujarnya.
Kerugian itu berasal dari warung-warung yang ludes, sepeda motor dan mobil yang hangus, serta kaca-kaca rumah warga yang pecah berantakan.
"Namun begitu, angka ini belum final," lanjut Budi. Ia menjelaskan bahwa penyidikan belum bisa berjalan maksimal. Penyebabnya, kondisi warga sekitar masih terpukul dan trauma pasca-kejadian mencekam itu.
"Kita masih menunggu laporan-laporan. Begitu laporan polisi masuk, penyidik pasti akan turun dan melakukan upaya paksa terhadap para pelaku pembakaran," tegasnya.
Dari data sementara, ada sembilan kios UMKM yang jadi abu. Tak cuma itu, satu mobil dan enam motor juga ikut terbakar. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian kaca yang pecah akibat amukan massa.
Lalu, apa yang sebenarnya memicu kekacauan ini?
Semuanya berawal dari sebuah insiden pengeroyokan yang berakhir tragis. Dua orang mata elang atau debt collector tewas setelah dikeroyok enam anggota Yanma Polri. Mereka adalah JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AM.
Motifnya konflik sepele: motor milik tersangka AM hendak ditarik paksa. Situasi pun memanas dan berujung pada kekerasan mematikan itu.
Mendengar kabar kematian rekan mereka, kawan-kawan kedua korban pun naik pitam. Mereka langsung menyerbu lokasi. Awalnya, ada dugaan bahwa warga setempat yang terlibat dalam pengeroyokan itu. Kemarahan juga muncul karena merasa warga hanya berdiam saat temannya diserang.
Amarah yang sudah membara itu akhirnya meledak menjadi kerusuhan dan pembakaran.
Saat ini, keenam anggota Yanma telah resmi ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Sayangnya, untuk para pelaku kerusuhan yang membakar dan merusak, belum ada satu pun yang berhasil diamankan polisi. Pencarian masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
Antrean Solar Bersubsidi di Makassar Kembali Picu Kemacetan, Warga dan Pengusaha Terdampak
Nadiem Makarim Ajukan Pembelaan Terakhir di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Sebut Tuntutan 18 Tahun Penjara Lebih Berat dari Hukuman Teroris
Pemkab Bone Usulkan 138 Formasi CPNS 2026, Fokus pada Guru dan Tenaga Kesehatan
Polisi Datangi Kamar Kos di Cileunyi yang Diduga Jadi Lokasi Penyekapan Perempuan