Dalam sebuah konferensi pers yang digelar Minggu lalu, Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat bersiap mengambil alih kendali Venezuela. Langkah ini, menurutnya, akan dilakukan setelah penangkapan pemimpin negara itu, Nicolas Maduro.
Trump terlihat sangat serius. "Kita akan menjalankan negara ini," ujarnya, menatap para awak media. "Sampai kita bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana."
Ia kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih tegas. "Kita enggak mau ada pihak lain yang masuk dan malah bikin keadaan runyam lagi. Situasinya bisa jadi sama seperti bertahun-tahun ke belakang. Makanya, kita yang akan mengelola untuk sementara."
Menurut Trump, semua ini dilakukan demi rakyat Venezuela. Jutaan dari mereka, termasuk yang kini mengungsi di luar negeri, menjadi pertimbangan utama.
"Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela yang hebat," katanya.
Artikel Terkait
Kuota Haji Jadi Ladang Rente: Modus Yaqut yang Rugikan Ratusan Jemaah
Pramono Anung dan Tokoh Betawi Ziarah ke Makam M.H. Thamrin
Trump Janjikan Bantuan Samar untuk Demonstran Iran, Khamenei Tegaskan Tak Akan Mundur
Pilkada oleh DPRD: Efisiensi atau Mundur dari Demokrasi?