Lantas, siapa sebenarnya Haji Isam ini?
Pria kelahiran 1 Januari 1977 ini berasal dari Bone, Sulawesi Selatan – tanah kelahiran yang sama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Meski bisnisnya membesar di Kalimantan Selatan, darah Bugis-nya tak pernah luntur. Pada November 2017, ia bahkan menggelar pesta rakyat besar-besaran di kampung halamannya, Desa Mappesangka, Kabupaten Bone, didampingi oleh Menteri Pertanian kala itu, Amran Sulaiman.
Jalan hidupnya bisa dibilang klasik: dari bawah. Sebelum sukses, Isam pernah merasakan jadi pekerja kayu, tukang tebang, buruh muat, sopir, bahkan tukang ojek. Julukan "from zero to hero" melekat padanya.
Cerita suksesnya berawal dari dunia batubara. Awalnya, ia cuma ikut bekerja di perusahaan batubara milik pengusaha keturunan Tionghoa di Surabaya. Dari situlah ia mengenal seluk-beluk bisnis hitam itu. Setelah keluar, ia memberanikan diri membangun usahanya sendiri.
Kini, bisnisnya sudah jadi kerajaan. Lewat PT Jhonlin Group, ia menguasai pertambangan, pelayaran, hingga transportasi udara. Konon, perusahaannya bisa menambang hingga 400 ribu ton batubara per bulan, dengan omzet yang disebut-sebut mencapai Rp 40 miliar. Angka fantastis itu belum termasuk bisnis properti dan rental jet pribadi yang ia geluti.
Tak heran jika kemudian ia dijuluki sebagai "crazy rich Kalsel". Di Tanah Bumbu, ia dikenal sebagai sosok dermawan yang memiliki tanah sangat luas. Di sisi lain, ia punya hobi balap yang serius – sampai mendirikan tim Jhonlin Racing. Hobi itu rupanya menurun ke putrinya, Liana Saputri.
Kekayaan dan Keterlibatan Politik
Soal kekayaan, berbagai sumber menyebut total hartanya bisa mencapai Rp 1 triliun. Tapi angka itu dinamis, bisa terus bertambah seiring mengembangnya bisnis yang ia kendalikan.
Yang menarik, Haji Isam bukan cuma dekat dengan sesama pengusaha. Ia juga punya akses politik yang baik. Pria yang hobi offroad dan berburu ini pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.
Jadi, foto bersama Raffi Ahmad itu mungkin cuma dokumentasi biasa. Tapi di baliknya, tersimpan cerita panjang tentang kekayaan, kontroversi, dan jejak bisnis yang terus disorot masyarakat. Ruang komentar yang riuh tadi adalah buktinya.
Artikel Terkait
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026
Pikiran Kita, Peta Mereka: Ketika Algoritma Menggambar Ulang Realitas
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera
Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Hanya Ingin Berhenti Sejenak?