Hujan tak henti-hentinya mengguyur Banten sepanjang Jumat sore hingga malam tadi. Akibatnya, sejumlah wilayah tak bisa menghindar dari genangan air. Di Cilegon, misalnya, Jalan Lingkar Selatan (JLS) pun tak lagi bisa dilalui kendaraan.
Bahkan, situasinya lebih parah di Perempatan Cilurah, Kelurahan Kepuh. Derasnya arus air berhasil menghanyutkan sebuah mobil sedan dan beberapa lapak pedagang di sana. Sungguh pemandangan yang mencemaskan.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mencoba menjelaskan penyebabnya.
“Curah hujan memang tinggi sekali. Ditambah lagi, air laut sedang pasang. Jadi, air yang seharusnya mengalir ke laut malah tertahan dan berbalik ke darat,” ujarnya.
Makam-Makam yang Tergenang
Tak jauh dari sana, Kota Serang juga merasakan dampaknya. Kawasan Masjid Agung Banten Lama tak luput dari terjangan banjir.
Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengonfirmasi bahwa air setinggi 10 hingga 20 cm membanjiri pelataran masjid. Yang lebih memprihatinkan, sejumlah makam di sekitarnya ikut terendam.
“Masih banjir, ketinggian air semata kaki,” kata Diat, Jumat malam.
Menurutnya, air itu berasal dari luapan kali dan drainase yang tersumbat di sekitar kawasan bersejarah tersebut.
Seorang warga setempat, Iman, memberikan gambaran yang lebih jelas. Ia menyebut ratusan makam sempat terendam.
Artikel Terkait
Masa Transisi Genting: Siapa yang Akan Memimpin Daerah Jelang Pemilu Terpisah?
Negara dalam Cengkeraman: Imperium Uang Diprediksi Kian Kuasai Indonesia di 2026
Kebakaran Pipa Gas di Riau Akhirnya Padam Setelah Perjuangan Semalam
Tragis di Perbatasan: Prajurit TNI Tewas Diduga Dianiaya Senior di Pos Papua