Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), tak main-main dengan kritiknya. Lewat akun X-nya, @Islah_bahrawi, Jumat lalu, ia melontarkan kecaman pedas terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Intinya, menurut Islah, pemerintahan saat ini justru menggerus amanat reformasi dan demokrasi yang sudah susah payah dibangun.
Ia melihat ada pola yang mengkhawatirkan. Supremasi sipil, katanya, sedang "dibuntungi" perlahan-lahan. Islah menyebut sederet contoh: aktivis yang mendekam di penjara, konten kreator kritis yang diintimidasi sampai ke rumah, hingga rencana penambahan 140 batalyon tentara. "Militerisasi akan ada di mana-mana," tulisnya. Ia juga menyindir polisi yang dianggapnya cuma jadi "pramuka", sementara kebijakan politik dan ekonomi berjalan tanpa arah yang jelas.
Namun begitu, yang paling menyita perhatian adalah sindirannya yang blak-blakan kepada para pendukung pemerintah.
Pernyataan itu jelas merujuk pada Pilpres 2024 lalu, di mana Islah diketahui mendukung pasangan Ganjar-Mahfud yang akhirnya hanya meraih sekitar 16 persen suara. Kritiknya ini sepertinya tak lepas dari wacana yang sedang hangat.
Artikel Terkait
Surrat Wasiat di Bali: Perempuan Rusia Akhiri Hidup Gara-Gara Perang
Siklon Iggy Mengancam, Gelombang 4 Meter Berpotensi Hantam Selatan Jawa
Zohran Mamdani Resmi Pimpin New York, Janjikan Kota untuk Pekerja Bukan Oligarki
Ustadz Terkejut Dengar Bocoran Biaya Sewa Dapur MBG: Bisa Tembus Rp14 Miliar Setahun!