Tahun baru 2026, Presiden Prabowo Subianto memilih untuk menghabiskan waktunya di Aceh Tamiang. Kunjungan kerja di hari Kamis, 1 Januari itu, tak sekadar seremonial. Ia datang untuk memastikan bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Salah satu fokus utamanya adalah meninjau langsung hunian sementara atau huntara yang dibangun oleh Danantara.
Ia turun dari mobil bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Di lokasi, COO Danantara, Dony Oskaria, langsung menyambut dan memaparkan detail pembangunan yang telah berjalan sejak Desember lalu. Prabowo tampak menyimak dengan seksama.
Reaksi Prabowo saat Tinjau Hunian Danantara di Aceh Tamiang: “Luar Biasa”
Hunian yang dibangun itu merupakan bagian dari proyek besar: 15.000 unit untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Desainnya sederhana namun fungsional. Satu pintu, satu jendela untuk sirkulasi udara. Di dalamnya, sudah tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, plus sebuah meja makan. Cukup untuk memulihkan sedikit rasa normal.
Yang menarik, estetika tak dilupakan. Di depan setiap unit, ada kursi taman untuk bersantai. Pot-pot tanaman hijau menghiasi pintu, memberi kesan lebih hidup. Dari segi infrastruktur, listrik sudah mandiri dengan meteran tersendiri. Dan yang paling disorot: akses internet.
“Ini contoh pak, kita sediakan juga wifi gratis,”
kata Dony Oskaria kepada Presiden, sambil menunjukkan fasilitas yang bekerja sama dengan Telkom Indonesia itu. Konektivitas dianggap penting, agar warga tak terputus dari informasi dan keluarga.
Tak cuma rumah. Di kompleks yang sama, juga berdiri klinik kesehatan dan area bermain untuk anak-anak. Semua dibangun dengan konsep modular, yang memungkinkan pengerjaan cepat tanpa mengorbankan kualitas bangunan. Melihat semua kemajuan ini, Presiden Prabowo pun tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.
Artikel Terkait
ICW Bongkar Afiliasi Politik di Balik Program Makanan Bergizi Gratis
Ledakan di Bar Swiss Tewaskan 40 Orang, Diduga Dipicu Kembang Api di Atas Sampanye
Islah Bahrawi Serang Wacana Pilkada Lewat DPRD: Mundurkan Amanat Reformasi!
Anggota DPR Usul Pemilu 10 Tahun Sekali, Alasannya: Bayar Utang Kampanye