“Luar biasa,”
ucapnya singkat, penuh apresiasi.
BNPB Salurkan Rp 20 Miliar untuk Korban yang Tak Mau Hunian
Di sisi lain, pemerintah sadar bahwa tidak semua korban mau pindah ke huntara. Ada yang lebih memilih tinggal bersama sanak keluarga atau bertahan di lokasi mereka masing-masing. Untuk mereka, BNPB punya skema bantuan lain: bantuan tunai.
Bantuan yang disalurkan sudah menembus angka lebih dari Rp 20 miliar. Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dana sebesar Rp 20.545.200.000 itu telah menjangkau sekitar 11.414 orang.
“Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000,”
jelas Suharyanto dalam rapat koordinasi. Mekanismenya, setiap kepala keluarga menerima sekitar Rp 600 ribu per bulan, dan itu akan berlangsung selama tiga bulan. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban sambil memberi pilihan yang lebih fleksibel bagi para penyintas.
Jadi, selain membangun hunian yang layak, pemerintah juga memberi ruang bagi mereka yang punya pertimbangan lain. Semua dalam koordinasi yang ketat, agar bantuan baik berupa atap maupun uang benar-benar tepat sasaran.
Artikel Terkait
Catatan BMKG: 43 Ribu Gempa Guncang Indonesia Sepanjang 2025
Ledakan Malam Tahun Baru di Crans-Montana Tewaskan Puluhan
NgopiPagi: Menyulut Api Semangat di Tengah Lika-Liku Perjalanan Hidup
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026