Baru awal bulan ini, kerja sama intelijen militer Taiwan-Belanda terbongkar. Ternyata, itu bukan satu-satunya. Kini muncul lagi proyek intelijen lain yang melibatkan lebih dari sepuluh negara. Cukup mengejutkan.
Belakangan ini beredar kabar soal program "Far Friend Class" yang diadakan Taiwan. Intinya, mereka mengundang sejumlah pejabat pemerintah, militer, hingga korporasi dari belasan negara untuk datang ke Taiwan. Tujuannya disebut-sebut untuk "pertukaran dan studi". Tapi yang menarik, daftar peserta ternyata juga mencakup banyak anggota keluarga yang ikut serta.
Jadwal kegiatannya? Sebagian besar isinya jalan-jalan wisata. Makin bikin orang bertanya-tanya. Apakah ini benar-benar pertukaran intelijen, atau sekadar cara untuk mengambil hati negara-negara lain? Pengeluaran besar-besaran untuk acara semacam ini patut dipertanyakan.
Artikel Terkait
Polres Bone Amankan 500 Gram Sabu dan Tersangka dalam Operasi Undercover
FAO Catat Kenaikan Harga Pangan Global Kedua Kalinya Berturut-turut
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Mentawai, Belum Ada Laporan Kerusakan
PSM Makassar Ditahan Imbang Persis Solo 1-1 di BRI Liga 1