Pasar Wiguna Tembus 100 Gelaran, Wujudkan Ekosistem UMKM yang Hangat di Yogya

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:18 WIB
Pasar Wiguna Tembus 100 Gelaran, Wujudkan Ekosistem UMKM yang Hangat di Yogya

Dari segi ekonomi, dampaknya cukup signifikan. Rata-rata, pengunjung mengeluarkan uang Rp50 ribu sampai Rp150 ribu per kunjungan. Bagi para pedagang, angka ini bisa berarti omzet antara Rp500 ribu hingga lebih dari Rp3 juta sekali acara. Lumayan, kan?

Namun, nilai Pasar Wiguna ternyata lebih dari sekadar angka. Bagi Vicky dari Kedai Sintaka, yang merantau dari Pontianak akhir 2022, pasar ini adalah tempat membangun jejaring. Ia memulai usahanya dari nol dan kini menjual menu Nusantara seperti Selat Solo. Omzet penting, tapi pertemanan di perantauan jauh lebih berharga.

Pengalaman serupa diungkapkan Terry dari Magus Treasure, brand perhiasan batu alam. Meski proses kurasinya ketat, ia merasakan atmosfer yang hangat antar sesama perajin.

Aspek inklusivitas juga tampak nyata. Stan Difabel Zone selalu hadir, memamerkan batik tulis, rajutan, dan kerajinan dari teman-teman difabel Bantul. Mulyani, salah satu anggotanya, bercerita bahwa hasil penjualan digunakan untuk operasional komunitas.

Di sisi lain, para pengunjung punya alasan sendiri untuk datang. Wenny, seorang Kawan Pasar asal Tangerang, sangat menghargai kualitas kuliner di sini. Menurutnya, rasa masakannya terasa istimewa.

Begitulah Pasar Wiguna. Lebih dari sekadar pasar akhir pekan, ia telah tumbuh menjadi ekosistem yang hidup, penuh cerita, dan saling menguatkan. Dari sebuah ide sederhana di masa sulit, kini jadi tradisi yang dinanti-nanti.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar