Menjelang pergantian tahun, ancaman cuaca ekstrem menggantung di atas Ibu Kota. Tapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim sudah siap siaga. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung, atau yang akrab disapa Pram, usai menyerahkan bantuan mobil pemadam kebakaran di Monas, Senin lalu.
“Jakarta di dalam menghadapi ini sudah siap,” tegas Pram.
Keyakinannya datang dari persiapan infrastruktur. Kata dia, ada sekitar 600 pompa tetap dan lebih dari 600 pompa stasioner yang siap dioperasikan. “Total ada 1.200 pompa. Sehingga pengalaman inilah yang kemudian, kemarin juga curah hujan tinggi, enggak sampai dua jam sudah kering. Pengalaman inilah yang nanti akan kami jalankan,” ujarnya lagi.
Selain mengandalkan pengalaman, Pemprov DKI juga sudah melakukan beberapa kali modifikasi cuaca. Tindakan ini diambil sebagai respons atas peringatan dini yang sudah diterima dari BMKG sekitar dua pekan sebelumnya.
“Info BMKG, kami sudah mendapatkan dari 15 hari lalu. Dan beberapa kali sebenarnya pemerintah Jakarta sudah mengadakan modifikasi cuaca,” jelas politikus PDIP itu.
Ia menambahkan, “Kalau dilihat dari apa yang disampaikan oleh BMKG, misalnya curah hujan tinggi, ternyata bisa kita turunkan.”
Artikel Terkait
Jaksa Penuntut Kasus Mark Up Video Desa Dipertanyakan di DPR
Harga Emas Pegadaian Naik Signifikan per 31 Maret 2026
Disdik Sulsel Wajibkan SMA/SMK Susun SOP Pembatasan Gawai di Sekolah
Ketua BPD-KKSS Soroti Pengangguran Sulsel, Desak Investasi dan Hilirisasi untuk Buka Lapangan Kerja