Kawasan Hadramout dan Al-Mahra di Yaman kembali memanas. Situasi yang tebaru ini terus dipantau ketat oleh Kementerian Luar Negeri kita. Eskalasi ketegangan, begitu mereka amati, memang patut jadi perhatian serius.
Lewat akun X resminya @Kemlu_RI pada Sabtu (27/12), pemerintah Indonesia menyuarakan seruan.
Pemicu kekhawatiran ini adalah aksi kelompok separatis di selatan Yaman, yang menyebut diri mereka Dewan Transisional Selatan atau STC. Menurut laporan, kelompok ini dianggap mengesampingkan berbagai upaya meredakan ketegangan yang justru sedang diupayakan oleh pemerintah Yaman yang berkoalisi dengan Arab Saudi. Situasinya jadi makin runyam.
Di sisi lain, koalisi Yaman-Saudi sendiri sudah bersiap. Reuters melaporkan, juru bicara koalisi, Jenderal Turki al-Malki, menyatakan akan mengambil tindakan terhadap STC. Ini menindaklanjuti permintaan dari Kepala Dewan Presidensial Yaman, Rashad al-Alimi, terutama jika STC dinilai mengganggu keamanan warga sipil di Hadramout.
Artikel Terkait
Kepatuhan LHKPN Capai 87,83%, Legislatif Tertinggal Jauh di 55,14%
Siswi 15 Tahun di Makassar Jadi Korban Pemerkosaan oleh Pria Dewasa yang Dikenal sebagai Kekasih
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar