Kedua belas titik itu tersebar di beberapa kabupaten. Di Nagan Raya ada Jembatan Beutong Ateuh. Aceh Utara punya Panton Nisam. Sementara di Aceh Tengah, ada Jeurata dan Titi Merah, ditambah Lenang.
Kabupaten Bener Meriah mendapat porsi terbanyak. Titik-titik yang sedang dikejar penyelesaiannya antara lain Wehni Rongka, Timang Gajah, Box Culvert Lampahan, Jamur Ujung, Bener Kelipah, dan Bener Pepayi. Satu titik lagi ada di Lhokseumawe, yaitu Jambo Masjid.
Menurut data Kementerian PUPR, fokus pemulihan sektor darat memang dipusatkan pada perbaikan jalan dan jembatan yang putus. Akses yang lancar adalah urat nadi bagi pemulihan.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menegaskan hal ini.
“Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar, sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,” ujarnya pada Selasa (23/12).
Dengan terbukanya akses transportasi di penghujung tahun ini, harapannya memang besar. Pemerintah berharap momentum ini bisa mendorong pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh lebih cepat di awal 2026 nanti. Semua bergerak, pelan tapi pasti, menuju normalitas.
Artikel Terkait
Polres Bone Amankan 500 Gram Sabu dan Tersangka dalam Operasi Undercover
FAO Catat Kenaikan Harga Pangan Global Kedua Kalinya Berturut-turut
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Mentawai, Belum Ada Laporan Kerusakan
PSM Makassar Ditahan Imbang Persis Solo 1-1 di BRI Liga 1