Kelompok ini bukan nama baru di peta konflik Suriah. Mereka muncul setelah rezim Bashar al-Assad tumbang tahun lalu. Pola aksinya cukup jelas: menargetkan tempat ibadah. Ingat serangan bom di sebuah gereja pada Juni lalu? Mereka juga yang mengaku bertanggung jawab waktu itu. Meski begitu, klaim serupa juga pernah dilontarkan oleh ISIS, yang menunjukkan betapa ruwetnya jaringan teror di sana.
Di sisi lain, konfirmasi resmi datang dari Kementerian Kesehatan Suriah lewat kantor berita SANA. Mereka tak hanya menyebut angka delapan korban tewas. Lebih dari itu, aksi teror ini juga menyebabkan 18 orang lainnya menderita luka-luka.
Seorang pejabat penegak hukum, yang enggan namanya dipublikasikan, memberi sedikit gambaran teknis. Menurutnya, bahan peledak itu sengaja ditanam di dalam bangunan masjid. Detail ini tentu mempertegas niat jahat pelaku.
Sementara itu, upaya penelusuran sudah digerakkan. Kementerian Dalam Negeri Suriah memastikan investigasi telah dimulai. Mereka berjanji akan memburu setiap dalang di balik aksi keji ini. Janji yang tentu dinanti warga, meski di tengah duka yang masih menyelimuti Homs.
Artikel Terkait
Longsor Rusak Parah Jalan di Barru, Warga dan Akademisi Desak Perbaikan Segera
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton