Tanggal 27 Desember ternyata menyimpan beberapa catatan sejarah yang cukup berat. Bukan sekadar hari biasa di penghujung tahun, tapi momentum yang mengubah peta dunia dan nasib bangsa-bangsa. Mari kita telusuri beberapa peristiwa kunci itu.
Mari mulai dari lembaga keuangan yang namanya pasti sering kita dengar: Bank Dunia. Lembaga ini secara resmi berdiri pada 27 Desember 1945. Ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan di Konferensi Bretton Woods, AS, setahun sebelumnya. Intinya, Bank Dunia didirikan untuk memberikan suntikan dana dan bantuan teknis bagi negara-negara yang sedang membangun. Markas besarnya di Washington DC, dan meski terkait dengan PBB, operasionalnya berjalan mandiri.
Di sisi lain, di belahan dunia yang lain, sebuah bangsa justru terbelah tepat di hari yang sama tahun itu. Ya, Semenanjung Korea resmi terpisah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan pada 27 Desember 1945. Perang Dunia II baru saja usai, dan keputusan geopolitik ini mengakhiri ratusan tahun persatuan Korea. Dampaknya? Ketegangan yang kita saksikan sampai sekarang, puluhan tahun kemudian, berawal dari sini. Wilayah yang dikelilingi Laut Jepang, Laut China Timur, dan Laut Kuning itu tak pernah sama lagi.
Nah, kalau bicara soal sejarah kita sendiri, tanggal ini juga punya makna khusus. Republik Indonesia Serikat (RIS) secara resmi terbentuk pada 27 Desember 1949. Ini adalah hasil dari pengakuan kedaulatan oleh Belanda, meski mereka masih bertahan di Papua. RIS adalah bentuk negara federal yang menggabungkan Republik Indonesia dengan negara-negara kecil bentukan Belanda. Tapi usianya singkat. Kurang dari setahun, tepatnya pada 17 Agustus 1950, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan. RIS pun tinggal catatan dalam buku sejarah.
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Pasar Makassar, Harga Pangan Pokok Kembali Stabil
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Penyeberangan ke Siwa-Kolaka Sampai 10 April 2026
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tiba di Rumah Duka di Pondok Pinang
Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Pertamina Dipertimbangkan Lintasi Selat Hormuz