Stock Split: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Investor Pemula

- Kamis, 13 November 2025 | 14:45 WIB
Stock Split: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Investor Pemula
Apa Itu Stock Split? Panduan Lengkap dan Manfaatnya untuk Investor

Memahami Stock Split: Strategi Perusahaan dan Manfaatnya untuk Investor

Bagi investor pemula di pasar saham, istilah stock split mungkin terdengar asing. Artikel ini akan menjelaskan secara mendalam apa itu stock split, tujuannya, dan bagaimana hal itu mempengaruhi portofolio investasi Anda.

Definisi Stock Split

Stock split adalah aksi korporasi di mana sebuah perusahaan memecah satu lembar saham menjadi beberapa lembar saham baru. Tujuannya adalah untuk menurunkan harga saham per lembar, namun tanpa mengubah nilai pasar total atau kapitalisasi perusahaan. Dengan kata lain, jumlah kepemilikan saham Anda bertambah, tetapi nilai total investasinya tetap sama.

Contoh Ilustrasi Stock Split

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mengumumkan stock split dengan rasio 2:1, maka setiap 1 lembar saham lama yang Anda miliki akan dipecah menjadi 2 lembar saham baru. Jika harga saham sebelumnya adalah Rp 10.000 per lembar, setelah stock split harga akan menyesuaikan menjadi Rp 5.000 per lembar. Jadi, jika sebelumnya Anda memiliki 100 lembar senilai Rp 1.000.000, setelah split Anda akan memiliki 200 lembar saham yang total nilainya tetap Rp 1.000.000.

Alasan Perusahaan Melakukan Stock Split

Beberapa motivasi utama di balik keputusan perusahaan untuk melakukan stock split adalah:

Meningkatkan Likuiditas Perdagangan

Dengan harga per lembar yang lebih rendah, saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel. Hal ini cenderung meningkatkan volume perdagangan harian, sehingga likuiditas saham tersebut di pasar modal menjadi lebih baik.

Memperluas Basis Investor

Harga saham yang tinggi seringkali menjadi psikologis barrier bagi investor kecil. Stock split membuat harga saham tampak lebih murah dan mudah diakses, sehingga dapat menarik minat investor baru dari kalangan yang lebih luas.

Mengirimkan Sinyal Positif

Pelaksanaan stock split seringkali ditafsirkan pasar sebagai sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap prospek pertumbuhan dan kinerja perusahaan di masa mendatang.

Jenis-Jenis Stock Split

Secara umum, terdapat dua jenis utama stock split yang perlu diketahui:

Forward Stock Split

Ini adalah jenis stock split yang paling umum. Perusahaan memecah satu saham menjadi beberapa saham dengan harga per lembar yang lebih rendah, seperti contoh yang telah dijelaskan di atas.

Reverse Stock Split

Kebalikan dari forward split, reverse stock split adalah penggabungan beberapa lembar saham menjadi satu lembar saham dengan harga yang lebih tinggi. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi persyaratan pencatatan harga minimum di bursa efek.

Manfaat Stock Split bagi Investor

Bagi para pemegang saham, stock split menawarkan beberapa keuntungan potensial:

Peningkatan Jumlah Kepemilikan

Investor mendapatkan tambahan jumlah lembar saham secara otomatis tanpa perlu mengeluarkan modal tambahan untuk membelinya.

Aksesibilitas Harga yang Lebih Baik

Saham dengan harga yang lebih rendah umumnya lebih mudah untuk diperjualbelikan dalam lot yang lebih kecil, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi investor.

Peningkatan Likuiditas Portofolio

Dengan volume perdagangan yang biasanya meningkat pasca stock split, investor menjadi lebih mudah untuk melakukan eksekusi jual atau beli pada harga yang diinginkan.

Kesimpulannya, stock split merupakan salah satu strategi perusahaan untuk membuat sahamnya lebih likuid dan menarik bagi investor. Memahami mekanisme dan dampaknya merupakan pengetahuan dasar yang penting untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar