MURIANETWORK.COM - Industri perfilman Indonesia tidak hanya hidup di layar lebar, tetapi juga tercermin dalam dinamika pasar modal. Setidaknya terdapat empat emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan bisnis inti di sektor film, baik sebagai rumah produksi maupun pengelola jaringan bioskop. Saham-saham ini dikategorikan dalam sektor barang konsumen nonprimer, menawarkan pilihan investasi yang terkait langsung dengan geliat dunia hiburan tanah air.
Mengenal Emiten Film di Pasar Modal
Kehadiran perusahaan film di bursa efek memberikan warna tersendiri bagi portofolio investor. Emiten-emiten ini umumnya bergerak dalam dua lini usaha utama: produksi konten film dan serial, serta penyediaan fasilitas rekreasi berupa bioskop. Keberagaman model bisnis ini menunjukkan bahwa industri perfilman memiliki rantai nilai yang cukup kompleks dan menarik untuk diamati.
PT MD Entertainment Tbk (FILM)
Sebagai salah satu rumah produksi terbesar, MD Entertainment telah mencetak sejumlah film box office yang melekat di benak penonton. Judul-judul seperti ‘KKN di Desa Penari’, ‘Sewu Dino’, dan ‘Habibie & Ainun’ adalah bukti dari kemampuannya menangkap selera pasar.
Perusahaan yang didirikan oleh Dhamoo dan Manoj Punjabi ini memiliki cakupan bisnis yang luas. “FILM memiliki empat segmen bisnis. Yakni MD Picture yang berfungsi sebagai rumah produksi, MD Music yang berfokus pada musik, MD Animation yang berfokus pada animasi, dan MD Studios yang berfokus pada drama televisi,” jelas manajemen perusahaan. Sejak melantai di bursa pada 2018, kinerja saham FILM menunjukkan perkembangan yang signifikan.
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)
Bagi penikmat sinetron era 90-an, nama Raam Punjabi dan Multivision Plus tentu sangat familiar. Perusahaan yang kini berkode RAAM ini adalah pionir produksi drama televisi komersial di Indonesia dan telah berekspansi ke film layar lebar.
Portofolio karya mereka sangat beragam, mulai dari film horor legendaris ‘Kuntilanak’ hingga serial drama seperti ‘Tersanjung’. Setelah puluhan tahun berkecimpung di industri, RAAM memutuskan untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun 2023, membuka kesempatan bagi publik untuk memiliki bagian dari sejarah perfilman Indonesia.
Artikel Terkait
BEI Rilis Daftar Saham Berkepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Terancam MSCI
KB Bank Bangkit dari Kerugian Triliunan, Catat Laba Rp66,59 Miliar di 2025
Pasar Saham AS Berakhir Bervariasi Usai Ketegangan Timur Tengah Mereda
BEI Umumkan Daftar 10 Saham dengan Kepemilikan Paling Terkonsentrasi