Makassar, Sabtu pagi – Keriuhan Pasar Pa’baengbaeng seperti biasa. Tapi pagi ini, ada rombongan khusus yang menyusuri lorong-lorongnya. Hermawan, sang Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, turun sendiri melihat kondisi lapangan.
Ia tak sendirian. Turut serta dalam inspeksi mendadak ini adalah jajaran Satgas Pangan daerah, perwakilan Bulog, dan dinas terkait. Tujuannya jelas: memastikan harga-harga di pasar tidak melonjak liar, terutama usai momen Lebaran yang kerap memicu gejolak permintaan.
"Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan harga pangan tetap sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Hermawan, menyela aktivitas pemantauannya.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, sejumlah komoditas sempat meroket. Cabai rawit dan bawang merah jadi sorotan. Tapi suasana hari ini tampak berbeda. Berdasarkan pantauan terbaru, gelombang kenaikan itu rupanya sudah mereda.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah cek semua komoditi yang sebelumnya mengalami kenaikan, kini sudah turun semua sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP)," katanya lagi, kali ini dengan nada lebih lega.
Angkanya pun berbicara. Saat ini, cabai rawit dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram. Bawang merah ada di level Rp35 ribu, sementara harga ayam berkisar Rp38 ribu per kilo. Lumayan stabil.
Di sisi lain, komoditas pokok lain seperti beras, minyak goreng, cabai besar, dan gula pasir juga dipastikan aman. Stoknya cukup, harganya pun tidak bergejolak.
Namun begitu, Hermawan tetap menyisipkan peringatan keras. Ia mengingatkan para pedagang agar tidak coba-coba menaikkan harga secara semena-mena. Aksi semacam itu, selain merugikan masyarakat, juga bakal berhadapan dengan sanksi tegas.
"Jangan menaikkan harga dengan tidak wajar karena akan dikenakan sanksi, mulai dari sanksi administrasi hingga pencabutan izin usaha," tegasnya tanpa basa-basi.
Rupanya, pengawasan seperti ini tidak akan berhenti sekali saja. Pemerintah berjanji akan terus memantau secara berkelanjutan. Tujuannya ganda: mencegah lonjakan harga dadakan dan menjaga distribusi barang lancar sampai ke tangan konsumen.
Harapannya, langkah rutin semacam ini bisa jadi penjaga stabilitas. Biar masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani harga yang tak masuk akal.
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Chelsea 1-0 di Final Piala FA, Gol Semenyo Jadi Penentu
Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan di Seluruh Indonesia untuk Serap Hasil Panen
Polri Target Bangun 1.500 Unit Dapur Gizi pada 2026 untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo: Pangan Fondasi Negara, Swasembada Indonesia Tembus Target Lebih Cepat di Tengah Krisis Global