Di tengah hiruk-pikuk politik terkini, pernyataan Prof. Dr. Ryaas Rasyid, Guru Besar IPDN, menyita perhatian. Ia menyebut bahwa siapa pun yang dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, berpotensi besar "terkontaminasi".
Pernyataannya itu disampaikan lewat kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu lalu.
"Menurut saya, semua orang yang bergaul dekat dengan Jokowi akan mengalami kontaminasi," tegas Ryaas Rasyid.
Ia tak sekadar bicara teori. Prof. Ryaas langsung memberi contoh, menyoroti Kapolri Listya Sigit Prabowo dan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, fenomena ini nyata terlihat pada kedua figur tersebut.
"Termasuk Pak Prabowo," ujarnya.
Lalu ia melanjutkan dengan nada yang cukup tajam, "Pak Prabowo itu bukan kepribadian yang teriak-teriak 'Hidup Jokowi'. Itu bukan aslinya Prabowo."
Komentar sang profesor ini tentu bukan muncul di ruang hampa. Latar belakangnya adalah kontroversi yang sedang panas, yaitu saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Peraturan Kepolisian yang dinilai banyak pihak bertentangan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi. Situasi inilah yang memantik analisis Ryaas tentang pengaruh Jokowi.
Adapun sorotan pada Prabowo, muncul bersamaan dengan beredarnya video yang menunjukkan ia meneriakkan "Hidup Jokowi". Video itu pun ramai diperbincangkan.
Artikel Terkait
KPK Amankan USD 50 Ribu dalam Penggeledahan Kasus Suap Sengketa Lahan di PN Depok
BMKG Makassar Peringatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sulsel Rabu Depan
Anggota DPR Tekankan Peran Strategis Dewan Pengawas BPJS yang Baru Dilantik
Pasar Cidu Makassar Bertransformasi dari Pasar Ikan Jadi Destinasi Kuliner Malam