Konsumennya ada terus sepanjang tahun, tanpa libur. Menu apapun yang disajikan, pasti diterima dengan baik. Nggak ada yang komplain soal rasa atau harga, soalnya gratis.
Dari sisi administrasi, katanya lebih ringan. Tidak ada audit yang rumit. Imbasnya, risiko tersangkut delik korupsi pun bisa dihindari.
Kesimpulannya, bisnis ini dipromosikan sebagai usaha yang legal dan, sekali lagi, "gacor".
Memang terdengar seperti mimpi di siang bolong. Tapi, dalam iklim bisnis yang serba tak pasti, wajar jika banyak yang melirik model seperti ini. Tinggal pertanyaannya, siapa yang mau jadi penyedia makanannya, dan siapa yang jadi konsumennya? Itu cerita lain lagi.
Artikel Terkait
Iran Terbitkan Daftar Putih Negara yang Dijamin Aman Lewati Selat Hormuz
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada
Elkan Baggott dan Timnas Indonesia Siap Tampil Beda di Era Baru John Herdman