Deru Ekskavator di Malam Hari, Perjuangan Bersihkan Pesantren dari Kubangan Kayu dan Lumpur

- Selasa, 23 Desember 2025 | 12:48 WIB
Deru Ekskavator di Malam Hari, Perjuangan Bersihkan Pesantren dari Kubangan Kayu dan Lumpur

Lima unit ekskavator masih terus menderu di malam hari, mengais sisa-sisa lumpur dan ribuan gelondongan kayu yang memenuhi halaman Pondok Pesantren Darul Muchlisin di Aceh Tamiang. Pekerjaan itu sudah berlangsung tanpa henti sejak malam hingga dini hari. Tiga pekan setelah banjir bandang dan longsor menerjang, pembersihan total masih menjadi prioritas utama.

Material kayu dalam jumlah yang luar biasa besar itu sebelumnya benar-benar mengepung fasilitas pesantren. Ukuran dan beratnya membuat mustahil untuk dibersihkan secara manual. Makanya, alat berat jadi andalan. Tujuannya jelas: agar area pesantren segera bersih dan aktivitas belajar para santri bisa kembali normal.

Di lapangan, upaya pemulihan ini benar-benar kerja kolektif. TNI, petugas dari Kementerian Kehutanan dan PU, BNPB, ditambah relawan gabungan dan warga setempat, semua bahu-membahu. Aceh Tamiang sendiri tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Bukan cuma ponpes, sejumlah fasilitas umum lain juga sempat dikepung material serupa.

Pemerintah sendiri, lewat berbagai instansi terkait, terus mendorong percepatan pemulihan, khususnya di sektor pendidikan. Harapannya, anak-anak bisa segera kembali ke kelas, baik di sekolah umum maupun di pondok pesantren. Ini bagian dari fokus pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Komitmen Presiden Prabowo

Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Aceh Tamiang pada 12 Desember lalu. Dia berjanji pemerintah akan mengawal langsung proses pemulihan di kabupaten-kabupaten terdampak, memastikan anak-anak bisa kembali mengakses pendidikan dengan aman dan layak.

Prabowo juga tak henti-hentinya mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat. Dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, sampai relawan dan masyarakat biasa.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Terima kasih juga untuk petugas-petugas, gubernur, bupati, dan semua yang terlibat. Ini musibah dan cobaan bagi kita, tetapi kita mampu mengatasinya bersama-sama,”

ucapnya dalam kunjungan ke sejumlah lokasi terdampak di Sumatera pada 18 Desember. Kata-katanya sederhana, tapi menyiratkan semangat gotong royong yang masih terasa kental di lapangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar